Bakat itu hasil dari akhir
Beberapa orang sering mengeluh tidak bisa mengerjakan sesuatu dengan alasan bukan bakat dia. Padahal segala sesuatunya itu bisa dipelajari dan dimengerti.
Beberapa waktu yang lalu ada orang yang meminta saya untuk mengerjakan program dia. Dikarenakan jadwal saya yang cukup padat saya mencoba untuk merekomendasikan teman saya untuk mengerjakan, tapi dia tidak setuju dengan pendapat saya.
Barusan saja dia menanyakan kapan saya bisa mengerjakannya. Saya sudah belum mampu untuk mengerjakannya dalam waktu dekat. Dia masih memaksa saya yang mengerjakannya. Dan pada akhirnya dia bilang “Mas tidak kasihan dengan saya?”, dengan sedikit jengkel saya menjawab “Kasihan juga karena kamu belajar pemrograman selama lebih dari lima tahun tapi tidak bisa membuat program”. Dia langsung menjawab “Orangkan bakatnya beda-beda”.
Saya ingat beberapa tahun yang lalu teman saya mengatakan bahwa saya tidak cocok untuk menjadi seorang programmer, karena hasil script saya yang amburadul saat itu. Tapi saya selalu mencoba untuk menjadi lebih baik, walaupun saat ini masih kalah jauh dibandingkan dengan orang itu dan orang ini.
Pendapat pribadi saya, bakat itu merupakan hasil dari akhir. Contohnya bila kita seorang pemahat kita diberi sebongkah kayu dan diminta untuk membuat sebuah karya. Ternyata hasil kita cukup mengecewakan dibandingkan dengan yang lain. Kita bisa membuat karya tersebut, tapi karya itu indah atau tidak? Itu baru dikatakan hasil dari bakat.

TRUS BAKAT KAMU APA??? HAAA??? APA?????
*:d*
loh….pertamax ya??
siapa orang “ini” dan orang “itu”? he3x…
sudahlah, bakatmu itu cuma satu : jadi junker
smangat dan fokus,
kalopun ada bakat,kalo ndak dilatih terus suwi2 yo kalah sama orang tak berbakat yang giat berlatih lo
*halah*
kayaknya agak gak sinkron gitu dech antara bagian awal artikel ini dengan bagian akhirnya.
Sory yach mas, kritik dikit.
Salam kenal dariku
bakat saya apa ya?
ada hubungan antara bakat dan ketertarikan?
saya kok tertarik yang berhubungan dengan IT, mbuh apa istilahnya. apa saya juga berbakat disitu ya? gak tau juga.
tapi nurut saya BAKAT hanya menyumbang sekitar 25% sajah kok. sisanya ya proses belajar dan NASIB….
Jadi yang dibahas ini bakat atau kemampuan?
Kalo soal kemampuan, semua orang bisa bernyanyi, tapi tidak semuanya bisa bernyanyi bagus. Itu baru bakat.
Kalau masalah giat berlatih atau tidak giat berlatih, itu bukan urusan bakat atau tidak, hanya penyemangat saja.
Yang dicontohkan selalu saja “yang tidak berbakat bisa lebih bagus hasilnya kalau lebih giat berlatih daripada yang berbakat”
Kenapa tidak dibandingkan juga dengan yang “berbakat dan giat berlatih”?
Buktinya kamu sudah giat berlatih pemrograman, tapi hasilnya… tau sendiri kan?
*kabur sebelum komen lebih panjang dari isi postingan*
Semoga pernah Menyimak Kisah Ibnu Hajar aja..
Semangat Bro!!
lhoh, linknya di disable yah,
padahal mo promosi http://alix.wijaya.web.id/
hehe bakat,minat,semangat, kalau tak simpulkan jadi begini ” kalau sudah terlibat mau engga mau pasti bisa” bagaimana hayooo…
saya ndak bakat cuma telaten ajah….
jadi bakat itu bisa diasah setujuh…