Mental sebuah tandatangan
Kapan hari itu saya dipanggil seorang dan disodori selembar kertas. Sambil memberikan sebuah ballpoint beliau meminta saya untuk menandatangani kertas tersebut. Tentu saja urusan tanda tangan pasti urusan serius.
Ketika saya lihat lembaran itu tertera angka nominal, dan di sampingnya tertulis keterangan sebagai panitia sebuah acara *loh*. Sempat kaget juga, karena saya tidak merasa terlibat dalam kepanitian terlebih lagi tidak ada SK (Surat Keputusan) yang menunjuk saya sebagai panitia.
Melihat nilai nominal yang cukup besar dengan berat hati saya menolaknya. Kalau dilihat selintas apa beratnya tanda tangan, toh semua orang sepakat kalau saya masuk dalam kepanitian. Saat itu juga saya menjawab “Bu, yang layak dapat ini bukan saya, tapi orang yang ngerjakan” *sambil nunjuk orangnya*.
Beliau langsung bertanya “Loh emang status dia apa? kan disini cuman PKL”. Heran juga kenapa yang dilihat dari statusnya bukan dari kerjanya. Saya masih ngeyel bahwa saya tidak berhak menerima uang itu. Beliau malah menambahkan “Bos bilang kalau kamu berhak mendapatkan ini, soalnya sering membantu di ISO”. Eiiits… tapi ini anggaran untuk kepanitian itu, bukan untuk ISO. Bahkan di keterangan lembaran itu tidak tersebutkan urusan ISO. Sambil keluar dari ruangan saya mengacungkan jempol saya sambil berkata “itu bukan hak saya”
Terkadang saya juga masih sering heran, karena kebiasaan sebagian kecil orang-orang tersebut menerima yang bukan haknya akhirnya hal tersebut seperti virus yang menular ke orang yang lain. Ya… ya… ya… bukannya saya sok suci, tapi kalau ingin membuat dunia lebih baik pasti di mulai dari sendiri *macak futurist*.
Moral op de stori: Curang sekali pasti akan curang selamanya

ferdhie
“tapi kalau ingin membuat dunia lebih baik pasti di mulai dari sendiri..”
May 16th, 2008 at 10:20 am.. noted..
Trinie
Kalo para petinggi negara seperti Isdah gini, bakal makmur Nusantara.
May 16th, 2008 at 3:31 pmsluman slumun slamet
ambil ajah terus diforward ke yang berhak…
May 17th, 2008 at 11:58 pmkalo urusan keuangan apalagi pelaporannya, negeri ini emang paling susah…
:d
Jauhari
Sip sip, kasihkan Nomor Rekening BCA saya aja
May 19th, 2008 at 10:23 amsatria
beh… jiwa besar *banget!!!* proud of you sam!!
May 19th, 2008 at 1:33 pmsaya
ati2 kemakan sama idealisme .. saya sudah hihihi
May 21st, 2008 at 11:28 pmDiah
Salut dech…masih ada manusia yang berhati mulia
May 23rd, 2008 at 2:10 pmnengbiker
timlo lagi dooong
May 26th, 2008 at 9:56 pm