Dilema sekolah gratis manis
Pernah dengar visi dan misi calon pemimpin yang salah satunya berisi “sekolah gratis”. Terus terang saya sangat setuju dengan hal itu. Walaupun banyak yang menolak dengan alasan bahwa membangun sekolah harus lewat mana? perekonomian sekolah bakal terancam?
Segala sesuatunya itu ada sisi postif dan negatifnya. Bisa jadi bila sekolah gratis, pemerintah akan memberikan kucuran dana yang lebih besar untuk membatu perekonomian sekolah walaupun “you know lah”.
Tapi ada sesuatu yang membuat saya pribadi merasa gimana gitu. Kita lihat dari sisi muridnya sendiri, semua guru pasti berharap muridnya mendapatkan yang terbaik. Sekarang sekolah masih bayar tapi murid ketika diajar ada yang ramai, ada yang OOT, ada yang ada ada aja. Seakan-akan mereka tidak merasa orang tua yang jerih payah menyekolahkan anaknya hanya untuk formalitas, dalam artian “cangkruk ndek sekolahan ben ketok lek sekolah” (red: nongkrong di sekolahan biar kelihatan kalau sekolah).
Lah… kalau sekolah gratis? mereka bisa jadi seperti apalagi?
Postingan ini sekedar meluangkan waktu lima menit lagi sebelum mengajar ![]()

ferdhie
sama seperti kuliah/milis/komunitas lain.
July 25th, 2008 at 11:51 pmwajar.
sluman slumun slamet
hmmm… bisa dipertimbangkan
July 26th, 2008 at 12:19 amnengbiker
sabar ya pak guru
July 26th, 2008 at 10:01 amJohan
Kalau digratisin, ntar malah belajarnya jadi semaunya. Wong sekolah gratis koq. Tapi kalau dijadikan mbayar, malah tarifnya dijadikan tinggi banget. Wis…, bingung dan mumet.
July 26th, 2008 at 2:49 pmJauhari
Semua ada resikonya…. coba tengok NEGARA NEGARA yang MENGGRATISKAN SEKOLAH apa juga seperti di INDONESIA….
Sepertinya ini tidak hanya GRATIS atau TIDAK tapi pada KEBIASAAN yang seperti itulah keadaanya…
July 27th, 2008 at 9:33 amnoki
cos yang mau pinter minoritas, mayoritas cuma mengikuti arus, makanya yang berprestasi dikit musti dapat bantuan dari yang lain untuk dapat berkarya
July 27th, 2008 at 12:19 pmsaya
wong arep ngajar yo sik sempet2e onlen
July 31st, 2008 at 12:10 am