Isdah Ahmad

captured in fast script motion

Archive for October, 2008


Tegang statistik!

Iya saya melanjutkan studi saya ke jenjang S2 jurusan TEP (Teknologi Pembelajaran) di Universitas Malang. Alasan kuliah lagi umm… ntar deh dibahas dipostingan laen. Sekarang kita membahas mata kuliah Statistik.

Sebelum kuliah yang sebenarnya kita dihadapkan pada matrikulasi selama delapan hari. Matrikulasi adalah waktu dimana kita belajar bersama menyamakan pandangan umum tentang jurusan yang kita ambil, melihat latar belakang yang ambil jurusan TEP ada yang dari Teologi, Tarbiyah, Sastra, dan yang paling aneh ya sayah dari jurusan Teknik Informatika eh ada satu lagi dari Teknik Elektro.

Dalam matrikulasi tersebut ada mata pelajaran statistik diajarkan oleh Prof. Wayan, dalam waktu empat jam kita harus melahap rumus statistik yang berjibun. Tulisan Prof. Wayan menghabiskan dua whiteboard yang ada di kelas. Tentu saja namanya statistik pasti penuh dengan deretan tabel dan kurva, tak tertinggal rumus statistik juga.

Matrikulasi telah lewat saatnya kami berhadapan dengan kuliah yang sesungguhnya. Mata kuliah Statistik diajar oleh Prof. Salladien, orangnya ramah dan menyenangkan. FYI dari sma sampai kuliah dulu saya paling benci dengan Statistik, pasti dapat jelek. Ketika memasuki kelas Prof. Salladien menjelaskan tentang garis besar Statistik, dari instrumen sampai variable. Anehnya setelah Prof. Salladien menjelaskan entah kenapa Statistik terlihat begitu mudah hahahahax… sumpeh… Setelah kuliah berakhir beliau menyampaikan bahwa minggu depan ada Pre-Test Statistik, beliau ingin tahu kemampuan kita semua. *tepok jidat*

Tepat sehari sebelum minggu depannya, saya berburu buku Statistik persiapan untuk Pre-Test. Saya telp semua kolega untuk merampok buku Statistiknya. Yoih seperti biasa SKS (Sistem Kebut Semalam), dan saya belajar tanpa istirahat tidak pakai tidur boow…

Esoknya ketika masuk kelas saya mencari posisi yang pas, supaya kalau setelah mengerjakan Pre-Test bisa sandaran menghilangkan rasa kantuk. Sumpah saat itu tegang banged *pake ‘d’ biar manteb* semua rumus yang sudah saya catat malah lupa cara pakainya :(

Prof. Salladien masuk kelas membawa soal Pre-Test, dan soalpun dibagikan.

*GUBRAAAAAAAAKK* kaget lihat soalnya, ternyata soalnya bukan menghitung melainkan multiple choices. Dan pertanyaannya sangat mudah sekali seperti “Sejauh mana Anda mengenal Median”, jawaban di samping (a) tidak paham, (b) kurang paham, (c) paham, (d) sering pakai *tepok jidat*. Soal sejumlah 50 soal ternyata tidak ada menghitungnya. *tepok jidat*

Busyeeeeet… baru tau kalau bentuk Pre-Test itu seperti itu, dan ternyata yang tidak tidur semalaman bukan hanya saya saja. Tapi satu kelaaaaaas… huahahahax…

Moral of the story: Orang kadang serba bingung ketika dihadapkan pada sesuatu yang tidak dia mengerti, padahal apa yang terjadi esok ya kita hadapi, apa yang terjadi sekarang ya sekarang. Tidak semuanya buruk. Just follow where the water flows *halah*

Ditolak iBokeh!

Jadi ceritanya begini, pada suatu hari saya browsing news di DA. Baca-baca koleksi orang trus sampai berhenti lamaaaa di news tentang bokeh, judulnya iBokeh … A club for those who love bokeh. (Photography). Tentu saja semua yang ada di situ serba bokeh.

Eh sebelumnya pasti beberapa ada yang belum tau arti kata bokeh, klo bokep udah pada tau dunk gag perlu dikasih tau. Bokeh adalah:

“Bokeh is a photographic term referring to the appearance of out-of-focus areas in an image produced by a camera lens. Different lens bokeh produces different aesthetic qualities in out-of-focus backgrounds, which are often used to reduce distractions and emphasize the primary subject.” (Wikipedia)

Intinya bokeh adalah area blur dari sebuah obyek yang dihasilkan oleh lensa kamera, lah biasanya dihasilkan dari aperture yang lebar.

Permasalahan yang ada pada koleksi itu err… koq rata-rata foto yang di situ foto kembang? Ada rasa ingin menyumbangkan secuil hasil karya saya *halah*. Kemudia saya submit foto kwaget yang legendaris *halah*. Seperti biasa, karena kontributor foto bokeh cukup banyak jadi proses penerimaannya cukup lama hampir dua minggu.

Kapan hari saya menerima notes dari iBokeh yang isinya seperti ini:

Hi! :wave:

We receive so many wonderful submissions, but we can only submit deviations that are right for our gallery & that have the magical bokeh quality that we are looking for. We are also looking for originality, creativity & the “magic touch”.
If you are uncertain of what we are looking for, please see our

* newsarticle
* favs
* journal

:star: Important:
That does NOT mean that photos that are not submitted in our gallery are of a bad quality, they are just not right for our club.

Wish you a wonderful day!
:glomp:

Loh yaa… ditolak, memang seeh foto yang saya submit masuk kategori street bukan macro, atau beautyshot. Tapi blur yang dihasilkan rasanya cukup layak masuk galeri mereka. Lah sekarang dengan menyadang nama bokeh yang berarti blur kenapa foto saya tidak masuk? Atau foto saya tidak masuk karena bukan foto kembang atau daun? lucukan?… *ngakak sik*

So far jadi lucu-lucuan neeh… BOKEH KUDU KEMBAAAANG!!!

Update terakhir saya sudah membalas notes dari mereka, tinggal menunggu saja. Saya tidak berharap masuk galeri mereka, hanya saja menggunakan nama bokeh artinya semua boleh dunk masuk asalkan ada unsur blurnya.

KEMBALIKAN DEFINISI BOKEH KE ASALNYA :D

Ikutan presentasi foto Hendra Setyawan

Dapat undangan dari Mas Kris Nurhadianto untuk datang di acara “Presentasi foto Hendra Setyawan“, seorang pewarta foto KOMPAS. Acara diselenggarakan jam 19.00 MAMIPO (Malang Meeting Point) di Jl. Kediri 4, Malang. Baru kali ini saya ikut acaran Presentasi Foto, dulunya hanya dengar dari para senior saja. Dan dengar dari para senior juga kalau di kota sebelah (Surabaya) acara seperti ini diselenggarakan rutin.

Oh iya yang datang acara itu banyak mahasiswanya dan tentu saja mahasiswinya ada lah *uhuk*, tidak lupa juga para fotografer senior kota Malang hadir juga dari yang fotografer street sampai model ada. Saya yang nyubi (newbie) urusan jeprat jepret hanya bisa tolah toleh kagum sama mereka.

Antri Minyak Tanah, photo by HENDRA A SETYAWAN

Sesi awal yang datang diminta untuk menyetorkan hasil karya mereka. Wah sayang sekali saya tidak membawa stok foto saya. Selain untuk pamer bisa juga untuk ajang hujat menghujat hehehe… ntar deh bulan depan mulai pamer hasil karya. Berhubung tidak ada yang membawa stok foto, Mas Hendra langsung menampilkan foto hasil jepretan kesehariannya sebagai seorang pewarta. Foto dari daily life, sport, culture, potrait semua ditampilkan. Waaah… keren jepretannya… FYI Mas Hendra senjatanya Nikon D100.

Sebetulnya saya pribadi ingin melihat metadata dari jepretan Mas Hendra, intinya ingin lihat secara teknis foto yang diambil. Dari lensa, diafragma, dan speed yang digunakan. Namun sayang yang punya meksux tidak bisa melihatkan metadata dari filenya (doh).

Selain mendapatkan banyak kenalan, saya juga mendapatkan pengalaman untuk mengambil angle yang unik dari Mas Hendra. Ok tunggu saja bulan depan saya yang tampil hehehe… (devil)



↑ Top