Hari yang buruk…
Sabtu kemarin bener-bener buruk, sewaktu berangkat ke sekolah perasaan biasa saja tapi di tengan perjalan ada seorang bapak membonceng putrinya sambil ngebut mendahuluiku. Entah kenapa perasaan jadi tidak enak dan aku mengurangi kecepatan skuterku, sampai di tengah perempatan jalan *BRAAAAK* bapak tadi menabrak mobil katana yang sedang menyebrang di perempatan jalan, si putri langsung jatuh terlempar. Dan anehnya si mobil katana tidak berhenti malah ngloyor lari… *dem*
Banyak orang yang membantu bapak tersebut dan aku langsung melanjutkan perjalananku ke sekolah. Sampai di sekolah kejadian tersebut masih terngiang di kepala, dan bikin gag mood. Mengajar jadi tidak begitu konsentrasi, semua yang sudah ada di kepala mendadak buyar *yaa… aktor yang buruk!* Sampai akhir mengajar di kelas terakhir (kalau hari sabtu mengajar sampai tiga kelas) kejadian itu masih terngiang.
Puncaknya sewaktu pulang sekolah, kebetulan temenku Anike Motia CJ ingin minta masukkan tentang project film independen yang dia bikin, tapi ya gitu apa yang aku omongkan jadi ngelantur tidak fokus *sorry*. Tim project dia malah jadi bingung gonta ganti konsep gara-gara kengelanturanku *halah*.
Pulang dari sekolah berharap semuanya jadi lebih baik. Ealah… sampai di depan pasar besar aku melihat kucing masih kitty menyebrang jalan dan *SLAAAP* dia terlindas mobil hingga mulutnya keluar darah, dan dia hanya bisa mengeong kesakitan sambil menunggu nyawanya menghilang.
Hiks… sampai rumah mandi air dingin, berharap mood kembali. Jam 19.30 langsung meluncur ke Mamipo untuk ikutan photo-sharing. Tapi tetep aja mood masih seperti tadi kembali.
Benar kata orang, kalau pagi diawali dengan baik maka sampai kembali tidur semuanya berjalan baik

lakok ndak sampean kejar cak, dah tau katananya lari mbok ya peduli xixixixi
hah sekolah yg bener lo nyu