Isdah Ahmad

captured in fast script motion

January 12, 2009

Terserah, Sakarep

Terserah dalam bahasa jawa bisa dikatakan “sakarep”. Beberapa hari ini ketika saya minta pendapat ke teman saya entah kenapa mereka selalu menjawab “terserah” atau “sakarep”. Jawaban seperti itu mengingatkan saya kepada seorang teman. Dia setiap ditanya seingat saya selalu menjawab “terserah”, dan bukan saya saja yang bertanya seorang teman yang lain ketika bertanya ke dia pasti jawabnya “terserah”.

Jawaban tersebut memang selalu membuat jengkel si penanya. Kita bertanya memang untuk mendapatkan solusi atau keputusan, kalau jawabannya seperti itu kenapa kita harus bertanya :D

Di sisi lain jawaban terserah itu memposisikan diri kepada kondisi aman. Orang yang selalu memposisikan dalam kondisi tersebut suka berpikiran defensif dan selalu menunggu. Seperti yang dikatakan Charlie Croker (Mark Wahlberg) di Italian Job, orang yang berpikiran defensif selalu diposisi no 2.

Karena penasaran saya menanyakan kepada dua orang yang suka menjawab “terserah” perihal jawaban “terserah”. Dan jawaban mereka seperti ini:

  • Orang pertama: “Lah kalau saya menjawab nanti kalau ada yang tidak cocok pasti menyalahkan saya dan langsung ngambek”
  • Orang kedua: “Aku dulu ya tidak suka dengan jawaban terserah. Tapi dulu ketika aku bertanya pada forum dan mereka semua menjawab terserah, dan aku mengambil keputusan. Trus mereka menganggap aku egois. Jadi sekarang setiap aku ditanya aku pasti memposisikan sebagai mereka dengan jawaban terserah”

Dari situ dapat dilihatkan kenapa mereka menjawab terserah? mereka menginginkan posisi aman. Sekarang TERSERAH anda mau berada diposisi mana? *loh koq terserah*


37 Responses to “Terserah, Sakarep”

  1. adel says:

    terserah lagunya glenn fredly dunk..

    salam kenal mas, thanks 4 coming..

  2. pinkparis says:

    klo aku gak seneng dapet jawaban terserah, lah apa gunanya nanya ato minta pendapat kalau jawabannya gitu …. ;)

  3. hamka says:

    english lang : Up2U

  4. annosmile says:

    salah kaprah mungkin ya..
    berarti orang yang sering bilang terserah itu manutan ya

  5. Bagas says:

    Pantesan dari kemarin jalan kesandung-sandung.

    Hehehehehe… menjawab terserah karena memang aku gak punya keputusan.
    Dan kalau punya keputusan/kemauan aku pasti gak menjawab terserah. :mrgreen:

  6. ario saja says:

    aku pengen posisi di wing back kanan bos

  7. Jauhari says:

    Wah ono sing KESINDIR *kabur*

  8. ferdhie says:

    tapi biasanya jawaban itu tergantung dari pertanyaannya. kalau ditanya:
    “mo makan apa?”
    lha memang laper, makan apa aja OK, asal cepat. Jadi biar irit energi jawab aja: “terserah”

    kalau memang pengen jawaban yg pasti, gunakan pertanyaan yg pasti, misalnya: “Harta atau nyawa??”

  9. Kizz says:

    wah.. Trims ats kunjungannya dan tipsnya yg ok bgt.

    Terserah ya? .. kadang orang menjawab terserah karena malas berfikir atau sedang tidak mood. Atau mungkin juga mereka rela dan siap mengikuti semua kemauan/keinginan kita.

  10. fajarseraya says:

    bos…blognya keren…mampir ke blogku yaaa

  11. Terserah juga bisa menggambarkan orang yang tidak tegas, bingung dan penakut. tidak mau ambil resiko. Jadi pemberani, tegas dan jelas lebih baik daripada menjadi orang yang akrab dengan kata terserah.

  12. dudi says:

    yo sakarepku ta ate komentar model opo nang kene :D

  13. Ben says:

    ada juga yg jawab: sembarang
    *sepam* :)

Leave a Reply




Back to top