Kasta Fotografer
Barusan diskusi dengan beberapa teman fotografer, dan bahasan yang menarik di kalangan fotografer adalah seputar pose, model dan senjata yang dipakai. Lah bahasan yang paling lama biasanya senjata yang dipakai oleh fotografer tersebut, seperti body kamera dan lensa yang dipakai.
Bukan bicara merk kamera, bagi saya sendiri apapun kameranya selama kreativitas ada bukan masalah besar. Sesuai dengan judul kita bicara mengenai kasta saja. Kita ambil contoh Canon dari tipe empat dijit sampai dengan satu dijit, semakin kecil dijitnya semakin mahal harganya sampai puluhan juta.
Lah semakin kecil dijitnya hasilnya semakin bagus juga, hal ini dikarenakan ukuran sensor yang ada dalam kamera dan prosesor untuk mengolah gambar hasil jepretan. Lensa juga mempunyai pengaruh besar dalam mengambil gambar, seperti punya Canon yang L series (L artinya Luxury) harganya cukup mahal juga apalagi bila dia punya nilai F besar senilai 1,2 yang bisa menghasilkan blur yang sepektakuler.
Ironisnya ketika body dan lensa pakai yang kasta atas untuk mengambil gambar model, biasanya pose model sederhana saja seperti mengelus rambut atau tersenyum saja. Dan hasil jepretan dari komposisi tersebut so pasti yahuud! Eh iya hampir lupa sisi ironisnya, jadi begini dengan senjata yang yahud akhirnya membuat membunuh kreativitas fotografer tersebut. Bayangkan saja sekali jepretan sederhana dengan senjata seperti itu hasilnya bisa bikin ngiler.
Saya pribadi masih di dalam kasta tiga dijit, sehingga untuk membuat foto yang bagus banyak hal yang harus diperhitungkan. Senjata yang saya andalkan malah kekreativitasan saya bukan kamera yang saya bawa. Dengan begitu men-trigger semua kekurang saya, apalagi saya juga masih cupu+nyubi urusan jepret-jepret *eh redundant ya*
Kamera itu hanya tool atau biasa disebut hardware, tangan dan mata bisa disebut software, dan otak kreatif disebut brainware. Ketika semua digabungkan jadilah sebuah liveware *loh*. Postingan ini hanya sebatas IMHO saja, dan saya pribadi ingin naik ke kasta dua dijit tapi apa daya belum menemukan duit yang nyelip di dalam dompet. Tapi dengan apa yang ada sekarang saya harus bisa membuat karya yang tetap membuat orang senang melihatnya.
*aduh kapan ya punya 5D Mark II*

PERTAMAX!
wah isik musim yow pertamax?
keduax..
wah nggak ngerti apa” tentang fotografi..
saya juga masih nyubi koq mas
gak mudeng… jek an
perlu belajar banyak ini
sama mas
hmm baru tahu aku tentang ini
mari berbagiiii…
jadi mana tutor cara berkreatifitas dg hardware apa adanya itu nyu
D60kit dah ditangan, tapi sek sinau
siyaaaab… tutorial singkat yow
syukurlah saya sudah masuk kasta 1 digit. GX 1.
Sing regane ngisore 5 yuto ono ra dah? lek ono kandani yo…
yup..setuju….
btw… maen2 ke blog ku juga yaa… dan info yaa kalau ada temu2 Blogger Ngalam…