Ketika Sakit
Beberapa hari yang lalu mendadak sakaw, tiba-tiba rasa ingin membaca buku bertambah, tiba-tiba rasa ingin jeprat-jepret membludak. Kalau sudah sakaw pasti lupa harus makan karena tanggung baca buku atau tanggung di momen, kadang juga lupa harus istirahat buat esok hari dan masih juga urusan tanggung baca atau menyunting foto dengan komputer jinjing yang-sudah-terlambat-teknologinya.
Dan sudah dipastikan sakit pada akhirnya. Menyesal? Oh tentu tidak!
Beberapa hari badan sakit semua, demam, kepala pusing, dan lemas. Trus kenapa tidak menyesal? Entah kenapa saya mencoba untuk menikmati rasa sakit ini. Dan ternyata saya mendapatkan banyak pelajaran ketika menikmatinya. Setiap langkah, setiap sudut, setiap detil sekitar yang saya lewati ternyata terlihat berbeda. Sayapun bertanya “loh, selama ini saya melewatkan hal ini?”.
Kadang kita sangking sibuknya jadi lupa menikmati waktu setiap detiknya. Tapi ketika kita menikmati apa yang ada rasanya waktu begitu panjang. Tuhan terima kasih buat sakitnya
semua tampak begitu indah.
*halah koq melow*
bersabar dalam menghadapi sakit bisa menghapus dosa. begitu katanya, mohon dikoreksi.
waaah… mendingan table dosa di-truncate
untung aja belom kawin dah,
kalo udah, udah diprotas protes luh… hihihi
Masak di PROTES?
gag lah
kawin ato nikah dat?
kurang bisa menikmati sehat kalo gak pernah sakit
*sok bijak*
iyo tul
Sholatlah kamu sebelum di sholatkan.
*gak nyambung, yang penting ikut-ikut bijak koyo @Aryo*
Kok jadi PLAIN gini desainnya??? kemana yang ITUH?
iyoooh lali mbalekno
…..di ajakin hunting poto ajah, pasti langsung sembuh ;;)