Mudah koq ditanyakan?
Seminggu ini saya memberikan ulangan harian materi pertama saya tentang CSS. Karena semester pertama saya sudah memberikan materi tentang HTML, jadi semester kedua ini saya kasih materi tentang CSS. Dalam hati pengen banged *pake ‘d’ biar manteb* kasih materi programming, yang simpel mungkin awalnya pascal dan kalau sudah sedikit mahir bisa naik ke PHP atau javascript *ehgagnyambungya*.
Tapi sepertinya mereka belum bisa berpikir secara logis, salah satu contohnya kalau script yang mereka tulis tidak tampil di browser tapi teman sebelahnya tampil di browser. Mereka sudah nyerah dan menyalahkan wajah dia sendiri *ngakak* tapi kesalahannya lebih ke kurang penanda seperti petik atau tag penutup. *sigh*
Kembali ke masalah ulangan, kemaren saya kasih lima soal tentang materi CSS. Saya berikan sedikit teks “Lorem ipsum dolor sit amet…” yang sudah saya beri style (warna pada teks dan latar belakang teks). Kemudian saya kasih sedikit penjelasan untuk mengerjakan soal tersebut, saya meminta mereka untuk membuat seperti itu. Kata “seperti” bukan berarti “mirip”. Berkali-kali saya menekankan “buatlah seperti itu”, dan “seperti” bukan berarti “mirip”. Tapi masih juga banyak yang nanyak seperti ini:
Siswa A: “Pak bikin seperti itu persis? bahasanya juga seperti itu?”, saya ulangi kalimat saya dan dia tetap saja menulis tulisan latin tersebut.
Siswa B: “Pak, bahasa koq aneh? saya ganti boleh?”, dan saya mengatakan untuk kesekian kalinya.
Siswa C: “Pak, warnanya juga itu?”, *tepok jidat*
Padahal ketika praktikum saya tidak pernah meminta siswa untuk memakai warna yang saya mau, saya berikan daftar warna ke mereka dan saya katakan “terserah, pakai warna apa aja!”. Kebebasan memilih memberikan banyak pertanyaan kepada saya *sigh*. Sepertinya di mata pelajaran yang lain tidak diberikan kebebasan untuk berpikir *ehbukannuduh*, jadinya semua serba ingin ditentukan. *tepok jidat*
@ Siswa C: “Pak, warnanya juga itu?”, *tepok jidat*
Wkwkwkw…
laio
itulah,
gw juga pernah ngajar, jadi kerasa capeknya gimana.
ga tau kenapa, mungkin ada yg salah sama sistem pendidikan kita? *sok tau*
sistemnya gag salah koq, orangnya aja yang salah
walah pak gurune sing keliru opo murid e sing ndableg, ha ha ha, sabar bos biasa murid yo ngono
loro karone huekekekekeke…
trus?
pak saya mau ganti tulisannya biar keren ,warnanya ma fontnya yah pak?
*ditepok pake sepatu*
wekekek..
wekekekeke… yow gag ngunu lah… aku malah ta kasih kebebasan milih warna ato font, sing penting dadine pas karo soale
pasti karena gurunya….? kacang kan tidak jauh dari kulitnya
Pak guru kalau pake peribahasa seperti itu boleh gak?
wekekekeke… halo jess… yo opo kabare?
Pak Guru ? kok tepok jidat ?
paling enak tepok jidat haree… pengene yow tepok pantat, tapi malah dangdutan
hayah pagk..
lha ancen angel” bahasane..
mana kudu cepet” pula..
btw..nilai ku brpa pak?
rahasimen