Isdah Ahmad

captured in fast script motion

Archive for March, 2009


Yang paling murah ada?

Pulang kuliah sore-sore, ada rencana beli hp baru mampirlah saya ke toko hp di daerah dinoyo. Sony Ericsson W810i yang biasa saya pakai mau saya berikan pada adik saya soalnya punya dia dicuri orang. Dan saya ingin mempunyai hp yang simpel banget tidak perlu fitur canggih.

Sampai di toko saya ditanya sama penjaga tokonya “Mas, ada yang bisa dibantu?”, saya jawab “saya mau beli hp” *yaiyalah di toko hp masa’ mo beli mobil?*. Mba’ penjaga toko kemudian menanyakan kembali “Mau hp apa mas? tipe? merk?”. Berpikir sejenak kemudian saya jawab “saya ingin lihat Sony Ericsson”.

Si Mba’ datang sambil membawa katalog hp dan menceritakan fitur hp tersebut, lah hp yang ditawarkan harganya di atas 2jt *tepok jidat sambil mencari duwit 5jt yang terselip di dompet*. Lama dia menjelaskan tentang hp tersebut kemudian saya potong. Mba’, saya ingin beli hp yang paling murah dengan nada yang agak keras. Suasana toko yang awalnya ramai jadi sepi dan hampir semua melihat saya. Kata yang keluar dari mulut si Mba’ hanya “umm…”

Beberapa saat kemudian dia kembali dari belakang dan membawa hp Sony Ericsson tipe J (klo gag salah) sambil bilang “Mas, ini yang paling murah harganya 450rb”, sambil jelasin fitur yang ada. Saya bilang lagi ke dia “Mba’, yang lebih murah lagi dunk, pokoknya paling murah di toko ini!” *sambil macak melas*. Kemudian dia datang kembali membawa hp Samsung tipe E1110 dengan harga 350rb, dan hp itu jadi pilihan saya. Fitur yang ada sederhana sekali yang penting bisa sms dan telpon, sepertinya fitur multiple alarmnya juga menarik sekali.

Hehehe… sepertinya kalau mau beli barang apapun kalau ingin dapat yang paling murah harus macak rembes mbambes. Tapi tidak tau lagi klo faktor wajah *lirik blog sebelah*

Mudah koq ditanyakan?

Seminggu ini saya memberikan ulangan harian materi pertama saya tentang CSS. Karena semester pertama saya sudah memberikan materi tentang HTML, jadi semester kedua ini saya kasih materi tentang CSS. Dalam hati pengen banged *pake ‘d’ biar manteb* kasih materi programming, yang simpel mungkin awalnya pascal dan kalau sudah sedikit mahir bisa naik ke PHP atau javascript *ehgagnyambungya*.

Tapi sepertinya mereka belum bisa berpikir secara logis, salah satu contohnya kalau script yang mereka tulis tidak tampil di browser tapi teman sebelahnya tampil di browser. Mereka sudah nyerah dan menyalahkan wajah dia sendiri *ngakak* tapi kesalahannya lebih ke kurang penanda seperti petik atau tag penutup. *sigh*

Kembali ke masalah ulangan, kemaren saya kasih lima soal tentang materi CSS. Saya berikan sedikit teks “Lorem ipsum dolor sit amet” yang sudah saya beri style (warna pada teks dan latar belakang teks). Kemudian saya kasih sedikit penjelasan untuk mengerjakan soal tersebut, saya meminta mereka untuk membuat seperti itu. Kata “seperti” bukan berarti “mirip”. Berkali-kali saya menekankan “buatlah seperti itu”, dan “seperti” bukan berarti “mirip”. Tapi masih juga banyak yang nanyak seperti ini:

Siswa A: “Pak bikin seperti itu persis? bahasanya juga seperti itu?”, saya ulangi kalimat saya dan dia tetap saja menulis tulisan latin tersebut.

Siswa B: “Pak, bahasa koq aneh? saya ganti boleh?”, dan saya mengatakan untuk kesekian kalinya.

Siswa C: “Pak, warnanya juga itu?”, *tepok jidat*

Padahal ketika praktikum saya tidak pernah meminta siswa untuk memakai warna yang saya mau, saya berikan daftar warna ke mereka dan saya katakan “terserah, pakai warna apa aja!”. Kebebasan memilih memberikan banyak pertanyaan kepada saya *sigh*. Sepertinya di mata pelajaran yang lain tidak diberikan kebebasan untuk berpikir *ehbukannuduh*, jadinya semua serba ingin ditentukan. *tepok jidat*



Back to top