Isdah Ahmad

captured in fast script motion

Archive for September, 2009


Hacking EOS 400D

Awalnya oom Andriansahj posting ke milis id-photographer dengan subject “Ada yang sudah hack firmware 400D nya?”. Postingan tersebut disertai link ke Forum photography on the net (Firmware hack Rebel XTi /400D enables ISO 3200, Spot metering!). Karena penasaran akhirnya saya dan handa mencoba eksperimen meng-hack kamera saya EOS 400D.

Dan hasilnya sukses, berikut perubahan yang terjadi:

  • ISO: 100 (16 / 32 / 40 / 50 / 80 / 100), 200 (200 / 250 / 320), 400 (400 / 500 / 640), 800 (800 / 1000 / 1250), 1600 (1600 / 2000 / 2500 / 3200). Maksud dari angka yang berada dalam kurung tersebut adalah kita dapat mengubah nilai ISO-nya, tapi ISO utama harus dipilih terlebih dahulu. Salah satu contohnya setelah kita memilih ISO 100 kemudian kita menekan tombol print maka kita dapat mengubah ISO menjadi 16, 32, 40, 50, 80 sampai 100. Begitu pula pada ISO atasnya.
  • Mettering: Bertambah satu yaitu Spot Mettering.

EOS 400D: ISO 16 - 3200, Spot Metering dijuwal murah!!! gag perlu 50D klo pengen moooiii...

Review awal kami:

  • Malem hari ISO16 ke ISO100 perbedaannya tipis sekali tidak sampai satu stop, tapi lumayan.
  • Spot Mettering juga naik sedikit dibandingkan dengan Partial Mettering.
  • Dengan cahaya minim (dalam kamar), ISO1600 ke ISO3200 bisa naik sampai satu stop.

Permasalahan yang terjadi:

  • Ketika CF (Compact Flash) diformat melalui kamera atau CF diganti dengan yang lain maka fungsi hack tadi hilang. Hal ini terjadi karena fungsi bootable yang dibuat oleh CardTrick dan file autoexec.bin hilang. Untuk mengatasi hal tersebut sebelum berangkat memfoto siapkan CF yang sudah bootable dan berisi autoexec.bin lebih dari satu.

Besok kami coba tambahkan review di kondisi cahaya siang hari :D dan jangan lupa kerusakan ditanggung ybs loh, selama mengikuti prosedur kelihatannya aman-aman saja.

JFC’09 – Hari Pertama – Budhaaal

Yup, ini postingan basi bangeeed *pake d biar manteb*. Ya wez… ini secuil kisah *halah* perjalanan kami menuju JFC – Jember Fashion Carnaval. Event tahunan yang diselenggarakan di kota Jember, kalau pengen tau lebih banyak ada situsnya koq di www.jemberfashioncarnaval.com.

Ini ceritanya langsung aja di hari pertama yang aku kasih judul “Budhaaal” yang artinya berangkat. Dalam perjalanan ini tentu saja aku gag sendirian, ada temennya yaitu Handa, Galuh, Popi, Besthy, Baxco, dan aku sendiri. Semuanya berangkat dari kontrakan Popi, dan aku sendiri yang berangkat dari sekolah.

Kita semua berangkat naek Kereta Api kelas ekonomi Mata Remaja Tawang Alun maklum fotografer kere. Kereta berangkat jam 14.00WIB, dan ooh… aku terlambat!!! Pulang ngajar jam 13.00WIB tapi masih ada kesibukan kanan kiri dan jadinya sampai di stasiun tepat kereta sudah mulai jalan. Jadi sedikit lari-lari kecil seperti di film holiwut mengejar kereta. *halah*

Ini sepenggal foto untuk berbagi cerita ketika kami ada di kereta. Kalau duduk saja bikin bokong panas, ya jadi hunting kecil-kecil lah… Sekedar berbagi seperti apa transportasi kelas ekonomi yang ada di Indonesia. :D Selamat menikmati.

Penumpang sebelah yang sibuk SMS ^^;

Masih penumpang sebelah

Wanita tua di persimpangan gerbang

Kalau tidak salah itu gerbang yang sudah dibooking santri dari pondok di Pasuruan

Orang Tua

Penumpang

Backpacker

Anak ini penasaran dengan tingkahku yang konyol

Penumpang yang sedang santai di ujung gerbang

Penasaran dengan permainan kubik seharga Rp.500,- Rp.5000,-

Malu karena tambah berantakan

Kereta kelas ekonomi selalu dibersihkan oleh pedagang asongan. Tanpa mereka gerbang tersebut menjadi kumuh penuh sampah

Siluet, khusus yang ini berwarna :D

Penumpang, aku suka sekali sama foto ini :D

Berbagi cerita dengan facebook

Dari anak kecil umur satu digit sampe dengan ibu-ibu berumur puluhan tahun pasti tahu yang namanya situs jerjaring sosial Facebook. Di situs tersebut ada fasilitas photo album, dan di situ juga kita bisa” mengaitkan” foto tersebut dengan teman kita atau dalam bahasa kita sehari-hari “nge-tag”.

Kemarin sempat bingung mau berbagi cerita dengan foto. Bingungnya foto yang ada di hardisk pengennya diinternetkan *halah*, tapi bingung juga taruh dimana? Sempat kepikiran untuk langganan Picasaweb, langganannya berdasarkan kuota. Kepikiran juga punya Flickr, lihat fitur yang ditawarkan kedepan bikin ngiler juga dan langganannya tak terbatas aka unlimited.

Barusan aku coba gugling untuk mencari apakah ada plugin untuk Wordpress yang bisa disandingkan dengan photo album punya Facebook? Dan akhirnya pencarian itu berbuah hasil yaitu plugin facebook-photos buatan Joe Tan. Langsung aku coba install plugin tersebut, dan hasilnya cukup mooiii…

Sekarang siap berbagi cerita dengan foto di Facebook dan blog ini. ;)



↑ Top