Isdah Ahmad

captured in fast script motion

Archive for November, 2009


MJF’s 3rd Gathering – The Colors of Jazz Sound Art

Lewat facebook si Mike aka Maik aka Kim ngomporin ikutan acara gathering-nya Malang Jazz Forum di Maraschino Coffeshop (ex. pizza paparons) dengan nama The Colors of Jazz Sound Art. Karena merasa terundang ya wis lah aku, oom urem, oom nunug, oom handa dan oom boris rencana meluncur ke sana. Undangan yang kami dapet jam lima sore, tapi biasa kita janjian dateng agag maleman skitar jam tujuh malem. Sampe sana *tepok jidat* lampu mati :lol: ya akhirnya kami nongkrong di parkiran nunggu lampu nyala sekalian lirik-lirik yang lewat :smile: kebetulan bawa kamera set ISO vampire langsung jeprat jepret deh…

Sampe ampir jam sembilan malem baru listrik nyala langsung kami bergegas masuk. Sempet heran ternyata di dalem rame banged kirain tadi waktu lampu mati pada keluar ternyata mereka tetep nongkrong di dalem kegelapan, apa gag takut copet ya? *halah*. Di dalem pengen nonton pameran foto, eh ternyata fotonya gag dikasih spotlight :roll: *err… gimana liatnya*.

Sampe dalem kita langsung duduk di tempat seadanya, ternyata acara sudah dimulai sebelum lampu mati dengan dibuka oleh band Farbig *untung udah lewat*. Btw band dengan aliran Jazz di Malang begitu banyak tapi yang sering tampil koq cuman Farbig ya? *garuk”*. Kita duduk langsung disuguhi alunan musik dari Nusantara Etno Jazz ;-) tapi sayang sound-nya kurang pas *imho* musik dari alat musik tradisional gag gitu kedengeran :sad:

Sampe kedepan masih imho, soundnya gag enas blak :sad: ato kupingku aja ya?. Selama acara berlangsung kebetulan bawa kamera juga ya sutra iseng nyetrit di dalem.

Semakin malem semakin pelan musiknya semakin nge-swing, dan aku sukses terkantuk-kantuk :grin: . Mungkin kalo musiknya semakin malem semakin nge-beat, nge-groove, nge-soul beda kali yak. Eh tapi kemarin sempet terngiang-ngiang lagunya Redemption Song (Bob Marley) yang dibawain oleh Trio Jazz dari Bali mangstabs…

Ya wis itulah sepenggal cerita nonton Jazz, acara yang dapat dibilang langka di kota Malang. Sisa fotonya bisa dilihat di sini, dan aku masih berharap dapat nonton gathering MJF yang keempat.

Stasiun Kota Baru Malang & Penumpang

Bukan karena oom Willy loh aku suka nongkrong di Stasiun Kota Baru Malang. Sudah hampir sebulan aku sering nongkrong di stasiun, ternyata banyak scene menarik di sana dan banyak drama yang terjadi di sana *uhuk*. Rencananya koleksi foto jalanan ini dijadikan beberapa album yang menceritakan tiap-tiap orang di sana.

Ok, aku mulai dari penumpang dulu dari posting-an ini. Apa yang menarik dari penumpang? Hmm… yang menarik dari mereka menurutku adalah karena mereka “orang asing”. Karena mereka orang asing sudah pasti mereka tidak mengenal kita, dan kita terlihat invisible di mata mereka. Ketika kita jepret mereka tidak akan mengamati kita secara langsung.

(more…)

Lithium Error

Lithium Error namaku, aku burung hantu kecil dari keluargaku. Aku termasuk dalam suku Strigidae dari ordo Strigiformes. Tubuhku kecil panjang sekitar 20-21cm. Panjang sayap sekitar 15cm, dan mempunyai berat 100gr. Makanan fav-ku jiaangkrik! *yummy* Aku kaum nocturnal seperti masterku, hanya bisa hidup dari sore hingga malam hari. Ketika ada matahari ya bu” domz… gitu aja koq repotâ„¢ – Lithium Error

yup, itu perkenalan singkat dari si Lithium Error! Oh iya gag lengkap klo gag ada foto si Lito lagi narsis.

Entah kenapa dengan si Lito, dia tidak bisa berjalan dengan lurus selalu berputar. Atau karena dia punya bakat memutar kepalanya 180 derajat hingga dia ketika jalan selalu berputar? Berbeda dengan kawan seumuran dia yang suka clingak-clinguk. Mungkinkah ada yang salah dengan dia? Sekarang kita mencoba gugling dengan tingkah laku si Lito, moga aja dia tidak kenapa-kenapa. *aamiiin*

Si Boneka Beruang

Siapa yang tidak suka dengan boneka beruang? Dulu yang namanya boneka pasti identik dengan cewek, karena cewek selalu suka dengan boneka apalagi yang imut dan menggemaskan. Namun tidak semua boneka itu memiliki kesan tersebut, terkadang dia hanya memiliki kesan friendly sehingga cowokpun ingin memiliki juga. Di negara sebelah anak kecil baik cowok atau cewek pasti memiliki satu boneka yang selalu ditenteng kemana-mana, sampai terkadang kalau tidak ada si boneka tersebut dia pasti akan nangis bahkan sampai tidak bisa tidur.

Beruang memang hewan yang garang dan sangar, tapi kalau sudah masuk dalam tahap “menjadi boneka” mereka menjadi imut dan lucu *gmzzz*. Boneka beruang lebih populer disebut sebagai Teddy Bear, adapun cerita tentang Teddy Bear berasal dari Theodore Roosevelt mantan Presiden Amerika.

Aku ingin sedikit berbagi cerita dari sesi foto bersama beberapa temanku Mita, Nimas, Tiwi dan Amung. Sekalian melunasi utang ke Beib yang tiap ketemu pasti ditagih masalah foto ini *bear hug*.

Foto ini bercerita tentang perpisahan dengan boneka beruang kesayangan. Biasanya kalau kita ingin atau harus berpisah dengan orang atau sesuatu yang sangat kita sayangi rasanya begitu berat. Kita akan selalu mengingat pertama ketika kita berkenalan, setiap moment dan waktu saat itu kita benar-benar ingat. Sampai akhirnya kita terpaksa lari berpisah melawan semua yang ada *ambil tisu*.

Semua foto ini dijepret dengan kamera seadanya dan lampu seadanya (satu lampu), maklum fotografer wannabe plus kere. Monggo dinikmati, kalau tidak suka monggo dihajar. C&C selalu ditunggu…

Beib utangku yang ini lunas loh, ntar utang yang lain dicicil… hihihi… *bear hug*

Tas bikin pegel linukz

Ini bukan bicarain sistem operasi Linux loh, juga bukan bicarain tentang jamu. Ini bahas tentang tas yang aku tenteng kemana-mana seharian. Karena berprofesi ganda otomatis perlu tas yang multiguna, harus bisa dimasukin segala macemnya tapi bukan seperti doraemon *plak*. Dari pada penasaran aku jelasin deh satu-satu:

  • Guru Wannabe: tasku biasanya berisi macbook+charger, buku draft buat corat-coret, kotak pensil, spidol empat biji dan remote lcd proyektor.
  • OB Wannabe: idem sama di atas, minus remote
  • Fotografer Wannabe: biasanya bawa satu body, satu lensa, satu trigger, dua receiver, charger, beberapa batre. kadang kalau lagi liputan ada yang titip body juga.

Kecelakaan yang sering terjadi yaitu kalo habis ngajar kudu langsung liputan. Lah yang seharusnya isinya gantian akhirnya jadi satu tumplek blhek. Dan tas yang harusnya tentengebel malah jadi bikin sakit leher sampe ke pantat eh maksudnya pinggang :lol: .

Baru saja aku nongkrong di Mamipo bahas tentang perkembangan remaja mulai dari sikap remaja sampe kenakalan remaja, wah bahasan yang ini dibahas lain waktu aja. Waktu lagi ngobrol aku mengeluh bagian leher kebelakang sakit banget pegel-pegel gituh. Kak Swanti cerita tentang low back pain, penyakit yang sedang diderita oleh fotografer gara-gara membawa beban yang berat dan atau salah mengangkat beban. Kebanyakan juga karena membawa beban yang tidak seimbang antara sisi kanan dan kiri tubuh.

Tas yang biasa aku bawa itu tas selempang, dan karena beratnya gag seimbang sering kali bikin pegel sampe leher. Klo lagi pegel bawaannya pengen makan orang aja. Beneran beratnya gag ketulungan ketika berisi body 1D dan 5D, lensa 15mm, 35mm, 50mm, 200mm. Lah masalahnya sekarang ganti tas backpack ato ganti kamera M9? *ngayal*



Back to top