Tas bikin pegel linukz
Ini bukan bicarain sistem operasi Linux loh, juga bukan bicarain tentang jamu. Ini bahas tentang tas yang aku tenteng kemana-mana seharian. Karena berprofesi ganda otomatis perlu tas yang multiguna, harus bisa dimasukin segala macemnya tapi bukan seperti doraemon *plak*. Dari pada penasaran aku jelasin deh satu-satu:
- Guru Wannabe: tasku biasanya berisi macbook+charger, buku draft buat corat-coret, kotak pensil, spidol empat biji dan remote lcd proyektor.
- OB Wannabe: idem sama di atas, minus remote
- Fotografer Wannabe: biasanya bawa satu body, satu lensa, satu trigger, dua receiver, charger, beberapa batre. kadang kalau lagi liputan ada yang titip body juga.
Kecelakaan yang sering terjadi yaitu kalo habis ngajar kudu langsung liputan. Lah yang seharusnya isinya gantian akhirnya jadi satu tumplek blhek. Dan tas yang harusnya tentengebel malah jadi bikin sakit leher sampe ke pantat eh maksudnya pinggang
.
Baru saja aku nongkrong di Mamipo bahas tentang perkembangan remaja mulai dari sikap remaja sampe kenakalan remaja, wah bahasan yang ini dibahas lain waktu aja. Waktu lagi ngobrol aku mengeluh bagian leher kebelakang sakit banget pegel-pegel gituh. Kak Swanti cerita tentang low back pain, penyakit yang sedang diderita oleh fotografer gara-gara membawa beban yang berat dan atau salah mengangkat beban. Kebanyakan juga karena membawa beban yang tidak seimbang antara sisi kanan dan kiri tubuh.
Tas yang biasa aku bawa itu tas selempang, dan karena beratnya gag seimbang sering kali bikin pegel sampe leher. Klo lagi pegel bawaannya pengen makan orang aja. Beneran beratnya gag ketulungan ketika berisi body 1D dan 5D, lensa 15mm, 35mm, 50mm, 200mm. Lah masalahnya sekarang ganti tas backpack ato ganti kamera M9? *ngayal*

teroris wanabe – tasku isine bom, detonator, HP dan webcam – jgn lupa charger, mengko nek wis disetup trus lobet piye…
hahahahax… lah webkem mancep neng endi?