Isdah Ahmad

captured in fast script motion

Archive for the ‘Blog’


Aplikasi WordPress untuk Blackberry

Lama sudah rasanya tidak ber-posting di blog ini. Kalau ditanya alasannya, uhm.. tidak sempat ngeblog bisa, atau lebih tepatnya kehilangan passion untuk nge-blog. Ya tahun 2011 sepertinya tahun yang sulit tapi cukup menyenangkan *curcol* :D

Postingan ini sekalian mencoba aplikasi WordPress buat smartphone Blackberry. Sapa tau dengan adanya aplikasi ini bisa rajin nge-blog lagi. Untuk mengunduh aplikasi ini bisa dilihat di http://blackberry.wordpress.org/download/ atau langsung melalui app world di http://appworld.blackberry.com/webstore/content/5802.

Ok.. Sampai jumpa di postingan yang lain :)

Ikutan Gelar Karya Bertema PEREMPUAN

 

MAMIPO mengadakan gelar karya di MATOS (Malang Town Square), infonya bisa dilihat langsung di website MAMIPO. Gelar karya ini bebas boleh diikuti oleh siapa saja tanpa ada batasan asalkan karyanya sesuai dengan tema “PEREMPUAN”.

Ini kali pertamanya aku ikutan pameran dan bisa hadir karena ada di kotaku sendiri. Beberapa kali ikut pameran yang diselenggarakan oleh suatu komunitas ataupun organisasi biasanya bertempat yang jauh, dan itu kebetulan ada karya yang sesuai dengan tema. Di Malang sendiri beberapa kali ada pameran fotografi, seperti yang diselenggarakan oleh komunitas WARKOP di Perpustakaan Kota Malang. Sayangnya saat itu aku tidak mempunyai foto yang tepat (bagus) untuk dipamerkan.

Untuk pameran kali ini aku menyumbang dua buah foto bumil (Ibu Hamil). Modelnya adalah temenku sendiri yang bernama Bunda Vindy seorang desainer grafis di sebuah perusahaan terkenal di Indonesia, konon dulu aku sendiri pernah mencari sesuap berlian di perusahaan itu.

Kasih #1

Kasih #1

 

Kasih #2

Kasih #2

Foto di atas adalah foto yang aku ikutkan dalam pameran. Usia kehamilan Bunda Vindy saat itu adalah 30 minggu, saat ini mungkin sudah mendekati hari kelahiran anak pertama dari bunda Vindy. Karena ini merupakan anak pertama dari pasangan Vindy + Ipank maka fotonya aku kasih Caption Kasih #1 & Kasih #2. Anak pertama biasanya anak yang ditunggu-tunggu dan menurutku judul Kasih adalah yang tepat.

Memberikan judul itupun mendapat masukkan dari beberapa senior di MAMIPO walaupun harus berdebat panjang lebar sampai larut malam. Awalnya ada yang memberikan judul mirip judul sinetron, trus ada juga yang usul judul yang mirip lagu dangdut dan akhirnya berakhir dengan judul Kasih. *salaman ke para senior*

Harapanku semoga semakin banyak pameran yang diselenggarakan di Kota Malang, dan semakin banyak pengkarya hebat yang lahir dari kota Malang.

Supermoon di Kota Malang

Supermoon di Kota Malang

Supermoon di Kota Malang

SuperMoon atau disebut Lunar Perigee adalah fenomena dimana Bulan berada dengan jarak terdekatnya dengan Bumi, dan kebetulan juga bertepatan dengan kondisi Bulan Purnama sehingga ukuran Bulan terlihat lebih besar dan sedikit lebih terang. Info dari Wikipedia menunjukkan bahwa ukuran SuperMoon lebih besar kurang lebih 12% dari ukuran Bulan biasanya.

Sehabis isya’ baru keluar dari musholah lapangan basket sekolah terlihat ramai oleh murid astronomi dari kelas olimpiade. Mereka berkumpul bersama pembina mereka untuk menyasikan SuperMoon secara langsung. Tapi sayang saat itu tidak ada yang membawa kamera untuk mengabadikan SuperMoon. Di saat seperti ini BB Gemini-ku beralih fungsi menjadi kamera, tidak rugi punya kamera berhape.

Ternyata susah juga jepret langsung lewat view finder dari teleskop, setiap habis jepret harus atur posisi kembali menghadap bulan. Dari beberapa jepretan yang cukup bisa dinikmati hanya satu foto ini saja itupun tidak nampak utuh seluruhnya, repotnya mengatur posisi dengan kecepatan perpindahan bulan. Dan mengintip SuperMoon dari view finder cukup menyakitkan mata karena terlalu terang. Sepertinya Bulan lebih indah dinikmati melalui teleskop bila ukurannya separuh atau waktu Bulan Sabit. Eh tapi kalau sama pacar ya beda yak..

 

Malang Sekarang 2010

Malang Sekarang adalah sebuah workshop yang diadakan oleh MAMIPO (Malang Meeting Point). Workshop ini menekankan pada kemampuan menyampaikan gagasan lewat photo story, sebagai media untuk menangkap fenomena kontemporer, gejolak sosial dan perubahan khusunya yang terjadi di kota Malang dan sekitarnya.

Workshop ini berlangsung selama 6 bulan dan dimentori oleh Bang Edy Purnomo. Karena metode yang dipakai adalah Activity Based Learning maka setiap pertemuan pasti ada assignment yang harus diselesaikan.

Informasi mengenai Malang Sekarang aku ketahui setelah pameran anggota Malang Sekarang 2009 dengan tema i:fashion di Malang Town Square (MATOS) Minggu 25 Oktober 2009. Setelah berkunjung dan melihat pameran tersebut tidak lupa aku membeli katalog i:fashion.

Seharian aku membaca katalog itu, kata pengantar katalog i:fashion dibawakan oleh Oscar Matuloh (kurator Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta yang bertindak sebagai kurator pameran “i:fashion”), kalimat demi kalimat yang dibawakan oleh Oscar Matuloh membuatku semakin penasaran tetang apa itu photo story.

Rasa penasaranku semakin timbul ketika berdiskusi dengan dua maestro jalanan Ben dan Boljug tentang bagaimana membaca foto. Boljug salah satu peserta Malang Sekarang 2009 bercerita banyak hal mengenai workshop tersebut mulai bagaimana tugas yang diberikan sampai bagaimana editing sebuah foto. Editing di sini maksudnya memilih foto yang tepat untuk dimasukkan dalam satu rangkaian cerita, bukan editing menggunakan software. Saat itu akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti Workshop Malang Sekarang 2010 dan ingin belajar untuk bercerita serta mengasah kepekaanku terhadap sekitar.

Enam bulan sudah berlalu dan tugas akhir Malang Sekarang 2010 sudah melalui tahap kurasi. Insya Alloh dalam waktu dekat kami akan pameran untuk menunjukan ke publik apa saja yang ada di kota Malang dan sekitarnya. Suka duka dalam pengerjaan tugas akan aku ceritakan juga di posting yang lain.

Angin Kencang + Sedikit Cahaya + Gerimis = Pelangi

Angin Kencang + Sedikit Cahaya + Gerimis = Pelangi

Angin Kencang + Sedikit Cahaya + Gerimis = Pelangi

Sewaktu pulang kantor angin lagi berhembus kencang. Reflek ketika mendekati pasar besar langsung mengeluarkan kamera berhape dan cekrek, jadilah foto pelangi tepat di tengah. Harap maklum karena kamera berhape hanya ada mode auto, jadi dapat exposure seadanya yang penting pelanginya kelihatan. :D

 



Back to top