Good things come to those who wait
Wednesday, July 2nd, 2008Dapat judul di atas dari sini DPS. Dalam urusan jeprat-jepret saya tergolong orang yang tidak sabaran. Alasannya saya takut ketinggalan moment. Berbeda dengan senior saya seperti Mas Meru, dalam sesi “Street Photograph” beliau sangat memperhatikan segala sesuatunya.
Apa saja yang diperhitungkan oleh dia? Katanya loh yang pertama dia lakukakan memilih object yang akan difoto kemudia dia set semua dari framming, aperture & speed. Setelah siap baru dia menunggu object yang pas. Semua yang dilakukan itu bisa sampai 15 menitan. Kalau ditanya hasil jepretannya, maknyuuusss…
Ada dua tipe fotografer kalau urusan tunggu menunggu:
- Hemat shutter, biasanya fotografer dengan tipe ini perhitungannya sudah tingkat tinggi bisa dibilang profesional. Ada juga yang bilang fotografer tipe ini kameranya sudah buntut alias shutter sudah sering nyanthol.
- Boros shutter, kalau fotografer yang ini jepret setiap ada kesempatan tentu saja perhitungan averture, speed masih perlu. Untuk urusan framming dan moment, ntar di akhir jepretan dia tinggal main hapus atau simpan. Tentu saja ini bagi yang kameranya masih sehat.
Kalau saya pribadi masih tergolong newbie, jadi jepret setiap ada kesempatan sambil berguru pada yang senior. Setelah membaca artikel mengenai Patience and Photography, hmm… mulai besok setiap jepret harus penuh perhitungan, bukan biar kamera awet tapi untuk hasil yang terbaik memang perlu perhitungan dan kesabaran.