Isdah Ahmad

captured in fast script motion

Archive for the ‘Blog’


Plegmatiskah diriku?

Browsing-browsing dengan rasa penasaran dengan dunia psikologi khususnya tentang kepribadian manusia akhirnya menemukan juga tipe-tipe kepribadian. Dalam dunia psikologi tipe kepribadian dibagi menjadi empat bagian yaitu:

  • Sanguinis (populer)
  • Melankolis (sempurna)
  • Koleris (kuat)
  • Plegmatis (damai)
4 humours in respective order: choleric, melancholic, phlegmatic  and sanguine

4 humours in respective order: choleric, melancholic, phlegmatic and sanguine

Sebetulnya aku mendapatkan info ini juga dari muridku yang pinter bahasa inggris sewaktu aku mengajar di kelas dia. Kebetulan kelasnya lagi “meriah”, dan akhirnya aku bertanya kepada dia “kalau kamu jadi aku, apa yang akan kamu lakukan?”. Eh sewaktu tanya itu, aku juga melihat buku sedikit tebel di meja dia tentang kepribadian manusia. Dan aku tanya kepada dia “menurutmu karakterku seperti apa”, dan dia menjawab “bapak itu seorang plegmatis”. Ha? Plegmatis? :smile:

Ok, sekarang kita lihat seperti apakah seorang plegmatis itu?

  • Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
  • Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
  • Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
  • Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
  • Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
  • Penengah masalah yg baik
  • Cenderung berusaha menemukan cara termudah
  • Baik di bawah tekanan
  • Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan
  • Rasa humor yg tajam
  • Senang melihat dan mengawasi
  • Berbelaskasihan dan peduli
  • Mudah diajak rukun dan damai

Waaah damai banged (pakai “d” biar manteb) ya seorang plegmatis, bahkan bisa dikatakan ini karakter yang bertolak belakang dengan ketiga karakter lainnya. Eh.. tunggu dulu, karakter ini juga punya kelemahan loh. Dan kalau tidak bisa membuat dia seimbang malah bisa membuat bencana.

Sedikit curcol seeh, sebetulnya aku posting yang ini gara-gara ada kejadian kali kedua akibat keteledoranku, dan bisa juga dikatakan karena aku seorang plegmatis :|. Sekarang kita coba lihat apa yang terjadi dengan keteledoran seorang plegmatis gara-gara sangking inginnya hidup damai apa yang terjadi?

  • Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/kegiatan baru
  • Takut dan khawatir
  • Menghindari konflik dan tanggung jawab
  • Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)
  • Terlalu pemalu dan pendiam
  • Humor kering dan mengejek (Sarkatis)
  • Kurang berorientasi pada tujuan
  • Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri
  • Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat
  • Tidak senang didesak-desak
  • Menunda-nunda/menggantungkan masalah

Dari situ sudah banyak sekali kelemahan seorang plegmatis yang penyuka damai. Jiaah.. kelemahannya jelek banged :sad:, yang paling menonjol pada karakter plegmatis ini adalah sulit untuk mengatakan “TIDAK!”. Contoh kasus yang terjadi adalah seperti ini: anda punya janji dengan teman si A jam 8pagi, semua udah dipersiapkan mulai pagi dan jam 7.30 sudah mau berangkat koq ndilalah (mendadak) ada teman lain (si B) datang. Lah trus bagaimana? Seorang plegmatis tidak bisa mengatakan “eh sori aku ada janji neeh, lain waktu aja ke sini ya..” atau “loh ngapain ke sini? sori aku sibuk!”. Sudah bisa ditebak seorang plegmatis pasti akan mempersilahkan masuk, kemudian berusaha memberi kabar si A dengan berbagai ahlesyan! :lol:

Tapi namanya manusia pasti bisa mengatasi masalah tersebut, apalagi kita punya kemampuan untuk berpikir. Semua itu tidak terlepas dengan pengalaman juga yang akhirnya membelajarkan kita.

Oh iya aku juga tidak murni plegmatis koq, salah ciri yang sedikit mbleset aku tuh orangnya suka tantangan loh :twisted: salah satu contohnya proposal tesis belum selesai tapi sudah berani nunjuk waktu buat maju sidang proposal. Kurang gila gimana hayoo…

Postingan ini juga gara-gara habis diingatkan sama mon ami uhuuiy.. *hug*

Selamat Tahun Baru 2010

Selamat Tahun Baru 2010 semua teman-temanku, aku harap di tahun ini banyak kejutan yang menyenangkan. Dan wishlistku tahun 2009 kemarin sepertinya yang jadi prioritas baru beberapa terkabul uhuuuiy.. *alhamdulillah* Jadi sekarang prioritas wishlist di tahun 2010 adalah.. eng.. ing.. eng.. tunggu saja..

*membuat daftar panjang*

Macak Guru – Guru & Mata Pelajaran

Hehe.. curcol aah.. :roll:

Ini udah tahun kedua aku macak jadi guru. Klo ditanya alasan aku menjadi guru, sampe sekarang bingung juga harus jawab apa. Dibilang kebetulan juga bukan, dibilang pengen juga bukan. Tapi ya pada akhirnya dijalani juga, dan karena kuliahnya gag ada hubungannya dengan mengajar ya akhirnya mengajarnya harus niru-niru dari guru yang asli.

Kaget? hu uhm.. terutama ketika harus bikin RPP – Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Silabus, dan Bahan Ajar yang sampai sekarang masih bingung juga bikinnya padahal udah nyontek kesana kemari. Oh iya hampir lupa juga aku di sini peranku menjadi Guru TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) kelas X (SMA Kelas 1), guru yang kadang jadi model juga *plak* eh kadang juga jadi tukang poto juga *plak*.

Terus aku mencoba mempelajari kurikulum yang diberikan pemerintah (dinas pendidikan) untuk SMA sampe khatam. Dan membaca lembar perlembar kurikulum itupun bikin aku ngantukz ilakes :lol:. Dan akhirnya aku beropini kalau kurikulum yang ada gag-tepas-blak (baca: gag tepak blas) bila diterapkan di kota. Masa’ udah SMA masih diajarin cara menyalakan komputer, cara mengetik di aplikasi Office, dan cara duduk yang enak kalau memakai komputer.

Pada akhirnya ya perlu kerja keras untuk mengembangkan materi dari kurikulum yang ada supaya tidak membosankan ketika diajarkan di kelas. Dan yang paling penting supaya muridku siap dengan teknologi yang terbaru saat ini, biar otak mereka tidak basbang dan mereka juga selalu haus akan informasi. :cool:

Dampak negatifnya apa? karena aku mengembangkan terlalu luas akhirnya buku yang beredar di pasaran terlampaui jauh ilakes. Kalo mengajar ya aku biasanya pake Slide trus muridku tinggal menyimak, selesai pelajaran mereka bisa mengkopi Slide tersebut. Namanya murid setiap mau ulangan pasti bertanya “Pak, bukunya apa?”, ya sudah pasti jawabannya “Uncle Google and Wikipedia!”.

Besok yang tanya lagi sini aku tendang sini.. Mangkanya jangan terlalu banyak berpesbuk, banyak hal menarik selain facebook loh.

Eniwei jadi guru pasti ada suka dan ada duka domz.. ok curcol selanjutnya hubungan antara guru dan murid :oops: *auuw.. auuw..*

Prewed – Nadia & Afrian

MJF’s 3rd Gathering – The Colors of Jazz Sound Art

Lewat facebook si Mike aka Maik aka Kim ngomporin ikutan acara gathering-nya Malang Jazz Forum di Maraschino Coffeshop (ex. pizza paparons) dengan nama The Colors of Jazz Sound Art. Karena merasa terundang ya wis lah aku, oom urem, oom nunug, oom handa dan oom boris rencana meluncur ke sana. Undangan yang kami dapet jam lima sore, tapi biasa kita janjian dateng agag maleman skitar jam tujuh malem. Sampe sana *tepok jidat* lampu mati :lol: ya akhirnya kami nongkrong di parkiran nunggu lampu nyala sekalian lirik-lirik yang lewat :smile: kebetulan bawa kamera set ISO vampire langsung jeprat jepret deh…

Sampe ampir jam sembilan malem baru listrik nyala langsung kami bergegas masuk. Sempet heran ternyata di dalem rame banged kirain tadi waktu lampu mati pada keluar ternyata mereka tetep nongkrong di dalem kegelapan, apa gag takut copet ya? *halah*. Di dalem pengen nonton pameran foto, eh ternyata fotonya gag dikasih spotlight :roll: *err… gimana liatnya*.

Sampe dalem kita langsung duduk di tempat seadanya, ternyata acara sudah dimulai sebelum lampu mati dengan dibuka oleh band Farbig *untung udah lewat*. Btw band dengan aliran Jazz di Malang begitu banyak tapi yang sering tampil koq cuman Farbig ya? *garuk”*. Kita duduk langsung disuguhi alunan musik dari Nusantara Etno Jazz ;-) tapi sayang sound-nya kurang pas *imho* musik dari alat musik tradisional gag gitu kedengeran :sad:

Sampe kedepan masih imho, soundnya gag enas blak :sad: ato kupingku aja ya?. Selama acara berlangsung kebetulan bawa kamera juga ya sutra iseng nyetrit di dalem.

Semakin malem semakin pelan musiknya semakin nge-swing, dan aku sukses terkantuk-kantuk :grin: . Mungkin kalo musiknya semakin malem semakin nge-beat, nge-groove, nge-soul beda kali yak. Eh tapi kemarin sempet terngiang-ngiang lagunya Redemption Song (Bob Marley) yang dibawain oleh Trio Jazz dari Bali mangstabs…

Ya wis itulah sepenggal cerita nonton Jazz, acara yang dapat dibilang langka di kota Malang. Sisa fotonya bisa dilihat di sini, dan aku masih berharap dapat nonton gathering MJF yang keempat.



Back to top