<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Isdah Ahmad &#187; Kantor</title>
	<atom:link href="http://isdahahmad.net/category/kantor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://isdahahmad.net</link>
	<description>captured in fast script motion</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Dec 2011 21:36:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Pak Guru wannabe</title>
		<link>http://isdahahmad.net/2008/07/pak-guru-wannabe/</link>
		<comments>http://isdahahmad.net/2008/07/pak-guru-wannabe/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 08:59:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isdah ahmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isdahahmad.net/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu pagi hari yang cerah. Kebetulan juga kota Malang di bulan Juli sampai Agutus menujukan hawa dingin seperti ketika di tahun 80&#8242;an, tapi yang berbeda ialah tidak ada kabut yang menyelimuti. Sekolah saat itu berjalan seperti biasanya, kesibukan yang saya lakukanpun sama seperti hari-hari biasanya. Namun hal yang berbeda, beberapa orang menyapa saya dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di suatu pagi hari yang cerah. Kebetulan juga kota Malang di bulan Juli sampai Agutus menujukan hawa dingin seperti ketika di tahun 80&#8242;an, tapi yang berbeda ialah tidak ada kabut yang menyelimuti.</p>
<p>Sekolah saat itu berjalan seperti biasanya, kesibukan yang saya lakukanpun sama seperti hari-hari biasanya. Namun hal yang berbeda, beberapa orang menyapa saya dengan sapaan &#8220;Pagi, Pak Guru&#8221;. Loh kapan ditunjuk jadi gurunya?</p>
<p>Karena penasaran sayapun <span style="text-decoration: line-through;">iseng</span> ikutan rapat dinas untuk koordinasi. Beberapa saat kemudian ada Ibu Guru yang menunjukan saya kumpulan SK (Surat Keterangan) *kaget*. Ternyata saya diberi jatah mengajar seluruh kelas X dan kelas XI khusus SBI. Total jam mengajar sebanyak 22jam *tepok jidat*.</p>
<p>Rumornya guru baru tidak pernah mendapat jam sebanyak itu. Tapi mau bagaimana lagi, demi anak bangsa *macak jadi oemar bachrie*</p>
<p>*eng ing eng* besok pagi sudah mulai mengajar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isdahahmad.net/2008/07/pak-guru-wannabe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mental sebuah tandatangan</title>
		<link>http://isdahahmad.net/2008/05/mental-sebuah-tandatangan/</link>
		<comments>http://isdahahmad.net/2008/05/mental-sebuah-tandatangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 02:42:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isdah ahmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor]]></category>
		<category><![CDATA[tandatangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isdahahmad.net/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Kapan hari itu saya dipanggil seorang dan disodori selembar kertas. Sambil memberikan sebuah ballpoint beliau meminta saya untuk menandatangani kertas tersebut. Tentu saja urusan tanda tangan pasti urusan serius. Ketika saya lihat lembaran itu tertera angka nominal, dan di sampingnya tertulis keterangan sebagai panitia sebuah acara *loh*. Sempat kaget juga, karena saya tidak merasa terlibat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kapan hari itu saya dipanggil seorang dan disodori selembar kertas. Sambil memberikan sebuah ballpoint beliau meminta saya untuk menandatangani kertas tersebut. Tentu saja urusan tanda tangan pasti urusan serius.</p>
<p>Ketika saya lihat lembaran itu tertera angka nominal, dan di sampingnya tertulis keterangan sebagai panitia sebuah acara *loh*. Sempat kaget juga, karena saya tidak merasa terlibat dalam kepanitian terlebih lagi tidak ada SK (Surat Keputusan) yang menunjuk saya sebagai panitia.</p>
<p>Melihat nilai nominal yang cukup besar dengan berat hati saya menolaknya. Kalau dilihat selintas apa beratnya tanda tangan, toh semua orang sepakat kalau saya masuk dalam kepanitian. Saat itu juga saya menjawab &#8220;Bu, yang layak dapat ini bukan saya, tapi orang yang ngerjakan&#8221; *sambil nunjuk orangnya*.</p>
<p>Beliau langsung bertanya &#8220;Loh emang status dia apa? kan disini cuman PKL&#8221;. Heran juga kenapa yang dilihat dari statusnya bukan dari kerjanya. Saya masih ngeyel bahwa saya tidak berhak menerima uang itu. Beliau malah menambahkan &#8220;Bos bilang kalau kamu berhak mendapatkan ini, soalnya sering membantu di ISO&#8221;. Eiiits&#8230; tapi ini anggaran untuk kepanitian itu, bukan untuk ISO. Bahkan di keterangan lembaran itu tidak tersebutkan urusan ISO. Sambil keluar dari ruangan saya mengacungkan jempol saya sambil berkata &#8220;itu bukan hak saya&#8221; <img src='http://isdahahmad.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terkadang saya juga masih sering heran, karena kebiasaan sebagian kecil orang-orang tersebut menerima yang bukan haknya akhirnya hal tersebut seperti virus yang menular ke orang yang lain. Ya&#8230; ya&#8230; ya&#8230; bukannya saya sok suci, tapi kalau ingin membuat dunia lebih baik pasti di mulai dari sendiri *macak futurist*.</p>
<p>Moral op de stori: Curang sekali pasti akan curang selamanya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isdahahmad.net/2008/05/mental-sebuah-tandatangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beda selera presentasi gagal</title>
		<link>http://isdahahmad.net/2008/04/beda-selera-presentasi-gagal/</link>
		<comments>http://isdahahmad.net/2008/04/beda-selera-presentasi-gagal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 03:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isdah ahmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[adiwiyata]]></category>
		<category><![CDATA[presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[selera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isdahahmad.net/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Sebulan lalu kami bertiga mendapat tugas untuk membuat presentasi mengenai sekolah tempat kami bekerja. Bukan hal yang sulitkan? Kita sudah mendapat konsep untuk presentasi itu. Konsepnya: presentasi itu dibagi menjadi empat bagian komponen utama (kebijakan sekolah), presentasi itu berisi kumpulan foto mengenai perubahan di sekitar lingkungan sekolah. That&#8217;s all Berbekal OpenOffice.org Impress Microsoft PowerPoint 2007 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebulan lalu kami bertiga mendapat tugas untuk membuat presentasi mengenai sekolah tempat kami bekerja. Bukan hal yang sulitkan? Kita sudah mendapat konsep untuk presentasi itu. Konsepnya: presentasi itu dibagi menjadi empat bagian komponen utama (kebijakan sekolah), presentasi itu berisi kumpulan foto mengenai perubahan di sekitar lingkungan sekolah. <em>That&#8217;s all</em></p>
<p>Berbekal <span style="text-decoration: line-through;">OpenOffice.org Impress</span> Microsoft PowerPoint 2007 dan MS Windows Movie Maker kami membuat konsep presentasi yang sederhana. Untuk menampilkan foto yang begitu banyak cukup dibilang susah bila harus klik satu per satu slide. Jadi kita memakai MS Windows Movie Maker untuk membuat sebuah film slide show dari kumpulan foto tersebut, hasil generate dari Movie Maker menjadi wmv.</p>
<p>Malam hari Ibu Kepala Sekolah SMS dengan pesan &#8220;Bp ibu tim adiwiyata jkt akan datang ke sma 5 tgl 8 april besok pagi jam  07.00 kita koordinasi di ruang ks.Tks&#8221;. Melihat isi SMS tersebut dapat dibilang kedatangan Tim Adiwiyata sangat mendadak, padahal acara tersebut sangat besar setingkat nasional.</p>
<p>Jam 07.00 kita semua berkumpul untuk koordinasi acara di perpustakaan sekolah. <em>Here we go </em>hasil ppt kita diminta untuk ditampilkan. Slide demi slide kita tampilkan tapi hal itu menjadi bahan tertawaan. Semua mengatakan bahwa ppt tersebut kuno seperti tahun 60&#8242;an <em>*hey that&#8217;s my line*</em>. PPT tersebut semua menggunakan template dari MS Powerpoint 2007, template official tersebut sudah pasti telah melewati tes sehingga dapat menjadi default template MS Powerpoint 2007.</p>
<p>Saya suka dengan kritikan yang tajam karena itu membuka mata saya, tapi beberapa rekan saya yang ikut mengerjakan ppt tersebut hanya menunduk malu karena menjadi bahan dagelan. Di sisi lain saya ikut ngakak karena mendengar komentar orang.</p>
<p>Beberapa orang yang ikut dalam rapat itu memberikan contoh ppt seperti apa yang diinginkan. Kami bersama melihat ppt tersebut sambil sedikit melamun *OMG*. Ketika itu juga saya curhat di <a href="http://id-gmail.info">kampung gajah</a> untuk meminta pendapat para pakar designer &#8220;bagaimana membuat desain ppt yang tepat untuk orang kelahiran tahun 60&#8242;an&#8221;. Berikut yang dapat disimpulkan *ngakak*:</p>
<ul>
<li>Pakai foto yang di-resize ukurannya secara tidak proporsional</li>
<li>Pakai banyak clipart</li>
<li>Font pakai warna-warni tiap poinnya</li>
<li>Pakai banyak wordart</li>
<li>Gunakan background yang berbeda, dan tetap secara tidak proporsional</li>
<li>Jangan lupa pakai backsound lagu Titiek Puspa</li>
</ul>
<p>Tapi memang benar contoh yang diberikan sesuai dengan poin di atas. Sekarang kami merevisi ppt yang telah kami buat dengan menggunakan desain di jaman ketika template belum ada *kapan ya*. PPT yang baru sesuai dengan poin yang ada di atas.</p>
<p>Harapan kami ppt yang baru sesuai dengan keinginan mereka semua. Dan harapan pribadi saya, bila saya seumuran mereka nanti saya masih bisa terus mengikuti perkembangan desain dan teknologi yang ada. Biar tetap terlihat trendi lah&#8230; *halah*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isdahahmad.net/2008/04/beda-selera-presentasi-gagal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Takut TOEFL?</title>
		<link>http://isdahahmad.net/2008/03/takut-toefl/</link>
		<comments>http://isdahahmad.net/2008/03/takut-toefl/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 03:07:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isdah ahmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isdahahmad.net/2008/03/03/takut-tes-teofl/</guid>
		<description><![CDATA[Hari Senin 18 Februari 2008, guru Bahasa Jerman menghampiri saya dengan memberikan sebuah formulir untuk mengikuti ujian TOEFL (Test of English as a Foreign Language). Seperti mengikuti undian berhadiah yang tidak jelas, saya tidak sabar untuk mengikuti tes tersebut. Terakhir saya mengikuti tes ini tiga tahun lalu, sewaktu saya masih kuliah. Cerita menarik dibalik ajakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Senin 18 Februari 2008, guru Bahasa Jerman menghampiri saya dengan memberikan sebuah formulir untuk mengikuti ujian <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Toefl">TOEFL (Test of English as a Foreign Language)</a>. Seperti mengikuti undian berhadiah yang tidak jelas, saya tidak sabar untuk mengikuti tes tersebut. Terakhir saya mengikuti tes ini tiga tahun lalu, sewaktu saya masih kuliah.</p>
<p>Cerita menarik dibalik ajakan untuk mengikuti TOEFL adalah ketika guru Bahasa Jerman memberikan formulir peserta ke saya dan meminta saya untuk mendata ulang beliau bercerita kalau guru-guru Bahasa Inggris menolak mengikuti TOEFL dengan alasan bahwa tes tersebut tidak resmi dan bukan benar-benar tes. Mereka mau mengikuti tes bila tes tersebut resmi dan benar-benar tes. Pada akhirnya dengan permasalahan tersebut tes ditund.</p>
<p>Takut mengikuti TOEFL? Harusnya mereka menganggap mengikuti tes tersebut seperti mengupil di bawah pohon ketika cuaca cerah. Dengan menego mereka sampai akhirnya Kepala Sekolah mengeluarkan perintah semua guru dan karyawan (yang mau) harus mengikuti tes tersebut. Permasalahannya tidak berhenti di situ, ketika saya diminta untuk membagi per ruang terdiri dari 20 orang banyak orang yang memilih ruang dengan alasan yang cukup menggelikan.</p>
<p>TOEFL sama dengan horror! TOEFL akhirnya jadi dilaksanakan pada hari jumat 29 Februari 2008. Ketika mengikuti tes, ekspresi guru Bahasa Inggris begitu gugup, tanpa senyum, dan hanya diam serius melihat soal-soal TOEFL. Sementara itu beberapa orang lainnya menganggap tes tersebut hanya candaan untuk mengisi waktu.</p>
<p>Kenapa guru Bahasa Inggris bersikap seperti itu? Saya jadi ingat buku yang berjudul <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Little_Prince">The Little Prince</a>. Di buku itu mengatakan bahwa <strong>orang dewasa itu rumit</strong>. Guru Bahasa Inggris hanya ingin menjaga omongan orang saja bila nilai mereka tidak begitu bagus. Ya memang seperti itu orang-orang di sini, bila kita menggeluti suatu bidang dan suatu saat kita gagal mengerjakannya. Semua pasti seperti menghujat dengan perkataan &#8220;halah, guru Bahasa Inggris aja nilainya segitu&#8221;. Seperti itulah orang dewasa itu rumit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isdahahmad.net/2008/03/takut-toefl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak sesuai jadwal itu sehat</title>
		<link>http://isdahahmad.net/2008/02/tidak-sesuai-jadwal-itu-sehat/</link>
		<comments>http://isdahahmad.net/2008/02/tidak-sesuai-jadwal-itu-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2008 09:51:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isdah ahmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kantor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isdahahmad.net/2008/02/03/tidak-sesuai-jadwal-itu-sehat/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah bekerja di sebuah institusi? Cobalah bila Anda menginginkan tantangan yang berbeda. Biasanya beberapa jam sebelum kita berangkat ke kantor kita sudah mempunyai bayangan apa yang akan kita kerjakan, bisa jadi kita membuat to-do-list seperti ini: 06.30: tiba di kantor dan berbersih kantor 06.45: cek e-mail pribadi dan kantor, sambil browsing 07.00: menyelesaikan pekerjaan kemarin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah bekerja di sebuah institusi? Cobalah bila Anda menginginkan tantangan yang berbeda. Biasanya beberapa jam sebelum kita berangkat ke kantor kita sudah mempunyai bayangan apa yang akan kita kerjakan, bisa jadi kita membuat <em>to-do-list</em> seperti ini:</p>
<blockquote>
<ul>
<li>06.30: tiba di kantor dan berbersih kantor</li>
<li>06.45: cek e-mail pribadi dan kantor, sambil browsing</li>
<li>07.00: menyelesaikan pekerjaan kemarin</li>
<li>10.15: memberikan laporan baik yang penting atau tidak ke bos</li>
<li>11.00: berangkat makan siang dan menemui rekan bisnis di kafe sebelah</li>
<li>12.45: balik ke kantor dengan pekerjaan baru sambil cek e-mail</li>
<li>13.00: kembali ke pekerjaan</li>
<li>14.15: persiapan pulang</li>
<li>14.30: pulang mampir ke supermarket buat belanja makan malam</li>
</ul>
</blockquote>
<p>Dan itu menjadi rutinitas tiap hari. Tapi bagaimana bila di institusi? <em>to-do-list</em>? siapa yang butuh?</p>
<blockquote>
<ul>
<li>06.30: tiba di kantor dan berbersih kantor</li>
<li>06.45: cek e-mail pribadi dan kantor, browsing dan nge-junk sana sini</li>
<li>07.00: menyelesaikan pekerjaan kemarin sambil menunggu pekerjaan baru</li>
<li>&lt;cut&gt;
<ul>
<li>kriiiiinnnnggg&#8230;. *bunyi tlp*</li>
<li>Bos: Halo&#8230;</li>
<li>Tamu: saya nanti dan rombongan datang jam 09.00</li>
<li>Bos: ooow&#8230; silahkan kita &#8220;sudah siap&#8221;, silahkan datang kami tunggu</li>
<li>Tamu: terima kasih&#8230;</li>
</ul>
</li>
<li>&lt;/cut&gt;</li>
<li>*devil mode on, here we go*</li>
<li>07.30: siapkan materi buat presentasi, cari data ngalor ngidul, bongkar komputer kiri kanan demi foto</li>
<li>09.30: macak rapi</li>
<li>09.45: tamu datang</li>
<li>10.00: sambutan, profil, pidato de el el</li>
<li>11.00: antar tamu keliling</li>
<li>12.00: makan siang sambil ramah tama</li>
<li>13.00: tamu pulang</li>
<li>14.00: kembali ke pekerjaan semula yang sempat tertunda</li>
<li>&lt;cut&gt;
<ul>
<li>krrrriiiiiiiinnngg&#8230;. *bunyi tlp lagi?*</li>
<li>Bos: halo&#8230;</li>
<li>Orang: laporan buat sekolah besok harus sudah dikirim ke surabaya</li>
<li>Bos: loh??? baik tunggu laporan dari kami, besok pagi kami kirim</li>
<li>Orang: jangan telad! *pake &#8216;D&#8217; biar mantab*</li>
<li>Bos: baik</li>
</ul>
</li>
<li>&lt;/cut&gt;</li>
<li>*devil mode on, here we go again???*</li>
<li>15.00: mengerjakan pekerjaan lain, cari data ngalor-ngidul lagi</li>
<li>20.00: makan malam (ini waktu yang sangat spesial karena menunya spesial *yummy*)</li>
<li>23.00: pulang kalau beruntung (biasanya sampai pagi juga, pulang bareng orang yang masang spanduk)</li>
</ul>
</blockquote>
<p>Sisi sehatnya sebelah mana? Dengan kerja model seperti itu kita menjadi tidak cepat bosan, karena banyak hal yang dikerjakan tidak sesuai dengan jadwal. Dan kita juga menemui banyak orang dengan karakter masing-masing yang menurut saya cukup menarik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isdahahmad.net/2008/02/tidak-sesuai-jadwal-itu-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Data berjibun</title>
		<link>http://isdahahmad.net/2008/02/data-berjibun/</link>
		<comments>http://isdahahmad.net/2008/02/data-berjibun/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 02:57:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isdah ahmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kantor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isdahahmad.net/2008/02/02/data-berjibun/</guid>
		<description><![CDATA[Saya sekarang punya pekerjaan yang berbeda dari sebelumnya. Pekerjaan saya sebelumnya hanya duduk dan scripting sesuai dengan tenggat waktu dari perusahaan. Tetapi sekarang pekerjaan saya hanya menata dan mengatur data sehingga bila diperlukan tinggal diolah sesuai dengan kebutuhan, cukup jauh berbeda dengan pekerjaan sebelumnya. Pertama kali saya masuk bekerja masuk pukul 6.30 dan pada hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sekarang punya pekerjaan yang berbeda dari sebelumnya. Pekerjaan saya sebelumnya hanya duduk dan <em>scripting </em>sesuai dengan tenggat waktu dari perusahaan. Tetapi sekarang pekerjaan saya hanya menata dan mengatur data sehingga bila diperlukan tinggal diolah sesuai dengan kebutuhan, cukup jauh berbeda dengan pekerjaan sebelumnya.</p>
<p>Pertama kali saya masuk bekerja masuk pukul 6.30 dan pada hari pertama itu saya pulang pukul 10.45 di hari berikutnya. Menarik bukan? Saya dituntut untuk mengolah data yang sangat banyak. Data tersebut dalam bentuk file <em>spreadsheet </em>(xls) dan setiap filenya terdiri dari puluhan <em>sheet</em>.</p>
<p>Pada awalnya saya kira hal itu cukup mudah saya tinggal membuat <em>tools </em>untuk mengolah data tersebut, akan tetapi validitas data tersebut hampir semua patut dipertanyakan. Data antara satu orang dengan orang yang lain berbeda, ketika ditanya pasti jawabnya &#8220;loh saya ngopi dari situ&#8221;, dan orang satunya pasti menjawab &#8220;loh saya ngopi dari kamu&#8221;. Terdengar seperti terjebak di lingkaran setan!</p>
<p>Cerita lucu di balik data berjibun yaitu penamaan file seperti ini:</p>
<ul>
<li>data.xls &gt; databaru.xls &gt; datapalingbaru.xls &gt; datapalingbarubaru.xls &gt; datapalinganyar.xls</li>
<li>data.xls &gt; data=.xls &gt; data==.xls &gt; data===.xls &gt; data====.xls</li>
<li>dataabsenkabehkelaslengkapbenggakangelnggoleki.xls, tapi ketika dibuka <em>sheet</em>-nya seperti isi martabak.</li>
</ul>
<p>Dua minggu pertama saya mengatur format data dari penamaan file hingga penempatan dalam folder, dan seperti biasa pulang malam hari terkadan dini hari. Sekarang sudah lebih baik dari sebelumnya tapi masih saja pulang ketika matahari sudah terbenam. Semoga saja kedepan sudah bisa pulang sesuai dengan yang ditentukan pukul 15.00.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isdahahmad.net/2008/02/data-berjibun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

