<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Isdah Ahmad &#187; Krisis Lingkungan</title>
	<atom:link href="http://isdahahmad.net/category/krisis-lingkungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://isdahahmad.net</link>
	<description>captured in fast script motion</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Dec 2011 21:36:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Oktober di Kota Malang</title>
		<link>http://isdahahmad.net/2010/07/oktober-di-kota-malang/</link>
		<comments>http://isdahahmad.net/2010/07/oktober-di-kota-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 17:52:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isdah ahmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Shutter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isdahahmad.net/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Mendekati bulan penerimaan (maha)siswa baru pasti disambut dengan dinginnya kota Malang. Bagi yang tinggal di daerah yang dingin bukan menjadi masalah. Rata-rata suhu di kota Malang antara 21 derajat celcius sampai suhu terpanasnya 32 derajat celcius. Ditambah efek global warming suhu tertingginya bisa mencapai 37 derajat celcius, kalau waktu siang panasnya bukan main. Di bulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mendekati bulan penerimaan (maha)siswa baru pasti disambut dengan dinginnya kota Malang. Bagi yang tinggal di daerah yang dingin bukan menjadi masalah. Rata-rata suhu di kota Malang antara 21 derajat celcius sampai suhu terpanasnya 32 derajat celcius. Ditambah efek global warming suhu tertingginya bisa mencapai 37 derajat celcius, kalau waktu siang panasnya bukan main.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><a class="tt-facebook-photo tt-facebook-big" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=6286450&amp;id=534107641"><img style="border: 0pt none;" title="Masjid Agung Jami' Malang" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs168.snc4/37763_449020487641_534107641_6286450_4407580_n.jpg" border="0" alt="Masjid Agung Jami' Malang" width="604" height="453" /></a><p class="wp-caption-text">Masjid Agung Jami&#39; Malang</p></div>
<p>Di bulan Oktober ini sampai Agustus angin dingin dari Australia menuju daerah di Jawa Timur salah satunya kota Malang *cmiiw*. Sehingga menyebabkan suhu udara di kota Malang mencapai 16 &#8211; 28 derajat celcius dengan kelembaban 47-94%.</p>
<p>Dulu waktu aku masih kecil hampir setiap pagi pasti melihat kotaku berkabut. Aku masih ingat di sudut alun-alun kota Malang setiap pagi berangkat sekolah melihat orang berolah-raga dengan ekspresi menahan udara dingin, beberapa orang berjualan serabi dan bakpao di pagi yang dingin. Dan yang paling tercetak di otakku kabut ditambah dengan matahari pagi, yup sinar matahari yang melewati rimbunan pohon beringin membuat garis-garis sinar. waaaaw.. nostalgia banget. <img onclick="grin(':grin:');" src="../wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":grin:" /></p>
<p>Suatu hari di bulan Oktober waktu berangkat kerja kotaku berkabut, karena termasuk kejadian langka di era global warming langsung aku ambil kamera poket dan tekan shutter tanpa mikirin apapun. Jadinya hasilnya juga seadanya, cukup buat mengenang kota Malang tempo dulu. <img onclick="grin(':cry:');" src="../wp-includes/images/smilies/icon_cry.gif" alt=":cry:" /></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><a class="tt-facebook-photo tt-facebook-big" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=6286449&amp;id=534107641"><img style="border: 0pt none;" title="Bank Mandiri, samping Masjid Agung Jami' Malang" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs088.ash2/37763_449020482641_534107641_6286449_8347290_n.jpg" border="0" alt="Bank Mandiri, samping Masjid Agung Jami' Malang" width="604" height="453" /></a><p class="wp-caption-text">Bank Mandiri, samping Masjid Agung Jami&#39; Malang</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><a class="tt-facebook-photo tt-facebook-big" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=6286447&amp;id=534107641"><img style="border: 0pt none;" title="Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs088.ash2/37763_449020467641_534107641_6286447_4623434_n.jpg" border="0" alt="Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan" width="604" height="453" /></a><p class="wp-caption-text">Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><a class="tt-facebook-photo tt-facebook-big" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=6286448&amp;id=534107641"><img style="border: 0pt none;" title="Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs168.snc4/37763_449020477641_534107641_6286448_291869_n.jpg" border="0" alt="Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan" width="604" height="453" /></a><p class="wp-caption-text">Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><a class="tt-facebook-photo tt-facebook-big" href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=6286451&amp;id=534107641"><img style="border: 0pt none;" title="Ke arah Pasar Besar Malang" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs168.snc4/37763_449020492641_534107641_6286451_4933153_n.jpg" border="0" alt="Ke arah Pasar Besar Malang" width="604" height="453" /></a><p class="wp-caption-text">Ke arah Pasar Besar Malang</p></div>
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isdahahmad.net/2010/07/oktober-di-kota-malang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laporan lingkungan bertumpuk calon sampah baru</title>
		<link>http://isdahahmad.net/2008/02/laporan-lingkungan-bertumpuk-calon-sampah-baru/</link>
		<comments>http://isdahahmad.net/2008/02/laporan-lingkungan-bertumpuk-calon-sampah-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 05:10:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isdah ahmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[adiputra]]></category>
		<category><![CDATA[adiwiyata]]></category>
		<category><![CDATA[pdf]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isdahahmad.net/2008/02/13/laporan-lingkungan-bertumpuk-calon-sampah-baru/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa minggu yang lalu saya berserta teman-teman mempunyai tugas untuk membuat laporan mengenai Adiwiyata. Apa itu Adiwiyata? Adiwiyata sama seperti lomba Adipura tapi untuk tingkat sekolah. Laporan itu merupakan hasil dari kegiatan kepedulian sekolah terhadap lingkungan, dari kegiatan siswa menanam pohon, pelestarian lingkungan sekolah dengan pembangunan Green House, sampai dengan pengolahan sampah organik. Laporan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa minggu yang lalu saya berserta teman-teman mempunyai tugas untuk membuat laporan mengenai Adiwiyata. Apa itu Adiwiyata? Adiwiyata sama seperti lomba Adipura tapi untuk tingkat sekolah. Laporan itu merupakan hasil dari kegiatan kepedulian sekolah terhadap lingkungan, dari kegiatan siswa menanam pohon, pelestarian lingkungan sekolah dengan pembangunan <em>Green House</em>, sampai dengan pengolahan sampah organik.<br />
Laporan yang dibuat terdiri dari enam buku dan itu harus rangkap dua, satu dikirim ke Jakarta dan satunya dikirim ke Surabaya. Dalam satu buku laporan terdiri dari puluhan lembar kertas A4S (80gram) ditambah kertas <em>photo glossy</em>. Dan dalam pembuatan laporan itu juga menghabiskan tinta beberapa botol. Jumlah tersebut memang cukup ironis, dimana kita mengkampanyekan untuk mengurangi penggunaan sampah kertas dan plastik berlebih tetapi kita malah banyak menghamburkan kertas terlebih lagi ketika salah mencetak atau <em>paper-jam</em> yang membuat kertas lusuh.Dengan tebalnya laporan tersebut, saya sedikit ragu apakah laporan tersebut dibaca dan dianalisa satu per satu oleh petugas yang berwenang. Kenapa mereka tidak menilai secara obyektif saja dengan datang dan melihat sekolah tersebut?</p>
<p>Solusinya bagaimana? Mengapa kita tidak memberikan kepada juri berupa file dengan format <em>Portable Document Format </em>(PDF). Padahal file dengan format PDF tersebut merupakan dokumen resmi. Dengan begitu berapa banyak pohon yang terselamatkan? Berapa banyak sampah yang berkurang?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isdahahmad.net/2008/02/laporan-lingkungan-bertumpuk-calon-sampah-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

