Isdah Ahmad

captured in fast script motion

Archive for the ‘Personal’


Selamat Jalan Oom Eko Widyatmoko

Photo by Rony Rusdiansyah

Innalillahi wainaillaihi raji’un, Telah meninggal dunia, sahabat kami Eko Widyatmoko, Minggu 6 Juli 2008 sekitar jam 5 sore di RS Saiful Anwar Malang.

Photo by Mukti Echwantono

Beliau adalah seorang fotografer senior di Kota Malang. Saya sempat bertemu beliau ketika sharing loundry yang bertempat di tempat Oom Benny aka Pak Puh. Beliau bercerita tentang kecanggihan Kamera Medium Format, sambil membawa kamera Yashica 635 warisan Ayahanda. Setelah sharing beliau bercerita pengalamannya ketika bekerja di kota Jakarta, ketika beliau memfoto calon-calon artis. Sungguh pengalaman yang mengagumkan. Tidak hanya itu saja, beliau juga lihai memainkan gitar akustik. Saya ingat ketika beliau memainkan lagu Antonio Song.

Namun cukup disayangkan, itu pertemuan pertama dan terakhir saya dengan beliau. Padahal saya berharap dapat hunting dengan beliau menggunakan kamera analog saya.

Photo by Mukti Echwantono

Selamat jalan Oom Eko, terima kasih buat pengalaman dan ilmu yang diberikan.

MIA: De Kodok

MIA (Missing In Action): a combatant who has not returned from war and is unaccounted for.

Aku punya sebuah tas Lowepro tipe Nova 4 AW biasanya ada gantungan boneka kecil berbentuk kodok (skrinsyut menyusul). Kesan awal yang ditunjukkan memang terlihat childish banget, sudah orangnya gede + cabi, item, nggantheng sangar koq bawa boneka kodok? Hehehe… oke lah itu pendapat dari sisi katakanlah “A”. Kalau dari sisi “B”, aku tuh orangnya gampang terlupakan dikeramaian jadi perlu sebuah identity “Hey, I’m here”.

Hari senin kebetulan iseng bikin sesi foto di Kedai 27 yang didekor menjadi sebuah studio foto. Modelnya ce biasa yang di-make over oleh Chacha, hingga dia menjadi terlihat spesial. Wah kalau cerita mengenai sesi foto ini ntar dipostingan setelah ini.

Setelah acara berakhir, saya pulang dan *speechless* De Kodok tidak bergelantungan di tasku. Pasti ada yang mengambil tidak mungkin jatuh begitu saja. Aku langsung SMS teman yang mengambil De Kodok. Aku SMS dia tidak hanya sekali saja, nampaknya tidak ada tanggapan yang positif.

Orang kadang melihat dari sisi dia bahwa itu barang tidak berguna bagi yang punya hanya hiasan saja. Padahal dari sisi aku, ada cerita, kenangan atau biasa disebut “The Story Within” dari negeri seberang sewaktu aku mencoba untuk mengembara *halah*.

Aaaarrrgghh… gara” itu moodku untuk memfoto menjadi hilang, tapi sudahlah mau gimana lagi. Kita ambil dari sisi positif saja, dia lebih membutuhkan itu dari pada aku. Omong-omong kenapa dia gag ngambil yang punya saja daripada kodoknya?

*tendang” fia!!!*

26-28

my b’day 2008 smala

Terima kasih semua buat doanya :d *bikin wishlist*



Back to top