Isdah Ahmad

captured in fast script motion

Archive for the ‘shutter’


Aku suka hujan

Hujan.. dari kecil aku sangat menikmati cuaca ketika hujan. Tapi entah kenapa ada juga orang yang tidak suka bahkan benci dengan yang namanya hujan. Aku juga heran ketika ada acara besar dan kebetulan mendung gelap, yang punya acara biasanya memanggil pawang hujan. Dan si pawang hujan datang sambil membawa dupa dan berkomat-kamit, ada juga yang sambil memutar-mutarkan payungnya dan berharap bahwa hujan berhenti. :sad:

Ini ada sekedar oleh-oleh ketika aku sedang PPL di salah satu SMP di daerah Malang Selatan, kebetulan sebagai sie dokumentasi dan so pasti bawa kamera. Monggo dinikmati.. kritik dan saran selalu ditunggu.. :grin:

Hujan adalah rejeki, konon ada yang bilang ketika deras-derasnya hujan itu adalah waktu yang tepat untuk berdoa karena saat itu rejeki turun ke bumi tanpa tanggung-tanggung. Aku suka hujan, moodku berubah menjadi senang ketika hujan. Kenapa kalian takut hujan? Hujan itu menyenangkan koq.. :smile:

Sisa foto bisa dilihat di sini.

Prewed – Nadia & Afrian

MJF’s 3rd Gathering – The Colors of Jazz Sound Art

Lewat facebook si Mike aka Maik aka Kim ngomporin ikutan acara gathering-nya Malang Jazz Forum di Maraschino Coffeshop (ex. pizza paparons) dengan nama The Colors of Jazz Sound Art. Karena merasa terundang ya wis lah aku, oom urem, oom nunug, oom handa dan oom boris rencana meluncur ke sana. Undangan yang kami dapet jam lima sore, tapi biasa kita janjian dateng agag maleman skitar jam tujuh malem. Sampe sana *tepok jidat* lampu mati :lol: ya akhirnya kami nongkrong di parkiran nunggu lampu nyala sekalian lirik-lirik yang lewat :smile: kebetulan bawa kamera set ISO vampire langsung jeprat jepret deh…

Sampe ampir jam sembilan malem baru listrik nyala langsung kami bergegas masuk. Sempet heran ternyata di dalem rame banged kirain tadi waktu lampu mati pada keluar ternyata mereka tetep nongkrong di dalem kegelapan, apa gag takut copet ya? *halah*. Di dalem pengen nonton pameran foto, eh ternyata fotonya gag dikasih spotlight :roll: *err… gimana liatnya*.

Sampe dalem kita langsung duduk di tempat seadanya, ternyata acara sudah dimulai sebelum lampu mati dengan dibuka oleh band Farbig *untung udah lewat*. Btw band dengan aliran Jazz di Malang begitu banyak tapi yang sering tampil koq cuman Farbig ya? *garuk”*. Kita duduk langsung disuguhi alunan musik dari Nusantara Etno Jazz ;-) tapi sayang sound-nya kurang pas *imho* musik dari alat musik tradisional gag gitu kedengeran :sad:

Sampe kedepan masih imho, soundnya gag enas blak :sad: ato kupingku aja ya?. Selama acara berlangsung kebetulan bawa kamera juga ya sutra iseng nyetrit di dalem.

Semakin malem semakin pelan musiknya semakin nge-swing, dan aku sukses terkantuk-kantuk :grin: . Mungkin kalo musiknya semakin malem semakin nge-beat, nge-groove, nge-soul beda kali yak. Eh tapi kemarin sempet terngiang-ngiang lagunya Redemption Song (Bob Marley) yang dibawain oleh Trio Jazz dari Bali mangstabs…

Ya wis itulah sepenggal cerita nonton Jazz, acara yang dapat dibilang langka di kota Malang. Sisa fotonya bisa dilihat di sini, dan aku masih berharap dapat nonton gathering MJF yang keempat.

Stasiun Kota Baru Malang & Penumpang

Bukan karena oom Willy loh aku suka nongkrong di Stasiun Kota Baru Malang. Sudah hampir sebulan aku sering nongkrong di stasiun, ternyata banyak scene menarik di sana dan banyak drama yang terjadi di sana *uhuk*. Rencananya koleksi foto jalanan ini dijadikan beberapa album yang menceritakan tiap-tiap orang di sana.

Ok, aku mulai dari penumpang dulu dari posting-an ini. Apa yang menarik dari penumpang? Hmm… yang menarik dari mereka menurutku adalah karena mereka “orang asing”. Karena mereka orang asing sudah pasti mereka tidak mengenal kita, dan kita terlihat invisible di mata mereka. Ketika kita jepret mereka tidak akan mengamati kita secara langsung.

(more…)

Si Boneka Beruang

Siapa yang tidak suka dengan boneka beruang? Dulu yang namanya boneka pasti identik dengan cewek, karena cewek selalu suka dengan boneka apalagi yang imut dan menggemaskan. Namun tidak semua boneka itu memiliki kesan tersebut, terkadang dia hanya memiliki kesan friendly sehingga cowokpun ingin memiliki juga. Di negara sebelah anak kecil baik cowok atau cewek pasti memiliki satu boneka yang selalu ditenteng kemana-mana, sampai terkadang kalau tidak ada si boneka tersebut dia pasti akan nangis bahkan sampai tidak bisa tidur.

Beruang memang hewan yang garang dan sangar, tapi kalau sudah masuk dalam tahap “menjadi boneka” mereka menjadi imut dan lucu *gmzzz*. Boneka beruang lebih populer disebut sebagai Teddy Bear, adapun cerita tentang Teddy Bear berasal dari Theodore Roosevelt mantan Presiden Amerika.

Aku ingin sedikit berbagi cerita dari sesi foto bersama beberapa temanku Mita, Nimas, Tiwi dan Amung. Sekalian melunasi utang ke Beib yang tiap ketemu pasti ditagih masalah foto ini *bear hug*.

Foto ini bercerita tentang perpisahan dengan boneka beruang kesayangan. Biasanya kalau kita ingin atau harus berpisah dengan orang atau sesuatu yang sangat kita sayangi rasanya begitu berat. Kita akan selalu mengingat pertama ketika kita berkenalan, setiap moment dan waktu saat itu kita benar-benar ingat. Sampai akhirnya kita terpaksa lari berpisah melawan semua yang ada *ambil tisu*.

Semua foto ini dijepret dengan kamera seadanya dan lampu seadanya (satu lampu), maklum fotografer wannabe plus kere. Monggo dinikmati, kalau tidak suka monggo dihajar. C&C selalu ditunggu…

Beib utangku yang ini lunas loh, ntar utang yang lain dicicil… hihihi… *bear hug*



Back to top