Archive for the ‘Shutter’
MJF’s 3rd Gathering – The Colors of Jazz Sound Art
Lewat facebook si Mike aka Maik aka Kim ngomporin ikutan acara gathering-nya Malang Jazz Forum di Maraschino Coffeshop (ex. pizza paparons) dengan nama The Colors of Jazz Sound Art. Karena merasa terundang ya wis lah aku, oom urem, oom nunug, oom handa dan oom boris rencana meluncur ke sana. Undangan yang kami dapet jam lima sore, tapi biasa kita janjian dateng agag maleman skitar jam tujuh malem. Sampe sana *tepok jidat* lampu mati
ya akhirnya kami nongkrong di parkiran nunggu lampu nyala sekalian lirik-lirik yang lewat
kebetulan bawa kamera set ISO vampire langsung jeprat jepret deh…
Sampe ampir jam sembilan malem baru listrik nyala langsung kami bergegas masuk. Sempet heran ternyata di dalem rame banged kirain tadi waktu lampu mati pada keluar ternyata mereka tetep nongkrong di dalem kegelapan, apa gag takut copet ya? *halah*. Di dalem pengen nonton pameran foto, eh ternyata fotonya gag dikasih spotlight
*err… gimana liatnya*.
Sampe dalem kita langsung duduk di tempat seadanya, ternyata acara sudah dimulai sebelum lampu mati dengan dibuka oleh band Farbig *untung udah lewat*. Btw band dengan aliran Jazz di Malang begitu banyak tapi yang sering tampil koq cuman Farbig ya? *garuk”*. Kita duduk langsung disuguhi alunan musik dari Nusantara Etno Jazz
tapi sayang sound-nya kurang pas *imho* musik dari alat musik tradisional gag gitu kedengeran
Sampe kedepan masih imho, soundnya gag enas blak
ato kupingku aja ya?. Selama acara berlangsung kebetulan bawa kamera juga ya sutra iseng nyetrit di dalem.
Semakin malem semakin pelan musiknya semakin nge-swing, dan aku sukses terkantuk-kantuk
. Mungkin kalo musiknya semakin malem semakin nge-beat, nge-groove, nge-soul beda kali yak. Eh tapi kemarin sempet terngiang-ngiang lagunya Redemption Song (Bob Marley) yang dibawain oleh Trio Jazz dari Bali mangstabs…
Ya wis itulah sepenggal cerita nonton Jazz, acara yang dapat dibilang langka di kota Malang. Sisa fotonya bisa dilihat di sini, dan aku masih berharap dapat nonton gathering MJF yang keempat.
Stasiun Kota Baru Malang & Penumpang
Bukan karena oom Willy loh aku suka nongkrong di Stasiun Kota Baru Malang. Sudah hampir sebulan aku sering nongkrong di stasiun, ternyata banyak scene menarik di sana dan banyak drama yang terjadi di sana *uhuk*. Rencananya koleksi foto jalanan ini dijadikan beberapa album yang menceritakan tiap-tiap orang di sana.
Ok, aku mulai dari penumpang dulu dari posting-an ini. Apa yang menarik dari penumpang? Hmm… yang menarik dari mereka menurutku adalah karena mereka “orang asing”. Karena mereka orang asing sudah pasti mereka tidak mengenal kita, dan kita terlihat invisible di mata mereka. Ketika kita jepret mereka tidak akan mengamati kita secara langsung.
Si Boneka Beruang
Siapa yang tidak suka dengan boneka beruang? Dulu yang namanya boneka pasti identik dengan cewek, karena cewek selalu suka dengan boneka apalagi yang imut dan menggemaskan. Namun tidak semua boneka itu memiliki kesan tersebut, terkadang dia hanya memiliki kesan friendly sehingga cowokpun ingin memiliki juga. Di negara sebelah anak kecil baik cowok atau cewek pasti memiliki satu boneka yang selalu ditenteng kemana-mana, sampai terkadang kalau tidak ada si boneka tersebut dia pasti akan nangis bahkan sampai tidak bisa tidur.
Beruang memang hewan yang garang dan sangar, tapi kalau sudah masuk dalam tahap “menjadi boneka” mereka menjadi imut dan lucu *gmzzz*. Boneka beruang lebih populer disebut sebagai Teddy Bear, adapun cerita tentang Teddy Bear berasal dari Theodore Roosevelt mantan Presiden Amerika.
Aku ingin sedikit berbagi cerita dari sesi foto bersama beberapa temanku Mita, Nimas, Tiwi dan Amung. Sekalian melunasi utang ke Beib yang tiap ketemu pasti ditagih masalah foto ini *bear hug*.
Foto ini bercerita tentang perpisahan dengan boneka beruang kesayangan. Biasanya kalau kita ingin atau harus berpisah dengan orang atau sesuatu yang sangat kita sayangi rasanya begitu berat. Kita akan selalu mengingat pertama ketika kita berkenalan, setiap moment dan waktu saat itu kita benar-benar ingat. Sampai akhirnya kita terpaksa lari berpisah melawan semua yang ada *ambil tisu*.
Semua foto ini dijepret dengan kamera seadanya dan lampu seadanya (satu lampu), maklum fotografer wannabe plus kere. Monggo dinikmati, kalau tidak suka monggo dihajar. C&C selalu ditunggu…
Beib utangku yang ini lunas loh, ntar utang yang lain dicicil… hihihi… *bear hug*
Hacking EOS 400D
Awalnya oom Andriansahj posting ke milis id-photographer dengan subject “Ada yang sudah hack firmware 400D nya?”. Postingan tersebut disertai link ke Forum photography on the net (Firmware hack Rebel XTi /400D enables ISO 3200, Spot metering!). Karena penasaran akhirnya saya dan handa mencoba eksperimen meng-hack kamera saya EOS 400D.
Dan hasilnya sukses, berikut perubahan yang terjadi:
- ISO: 100 (16 / 32 / 40 / 50 / 80 / 100), 200 (200 / 250 / 320), 400 (400 / 500 / 640), 800 (800 / 1000 / 1250), 1600 (1600 / 2000 / 2500 / 3200). Maksud dari angka yang berada dalam kurung tersebut adalah kita dapat mengubah nilai ISO-nya, tapi ISO utama harus dipilih terlebih dahulu. Salah satu contohnya setelah kita memilih ISO 100 kemudian kita menekan tombol print maka kita dapat mengubah ISO menjadi 16, 32, 40, 50, 80 sampai 100. Begitu pula pada ISO atasnya.
- Mettering: Bertambah satu yaitu Spot Mettering.
Review awal kami:
- Malem hari ISO16 ke ISO100 perbedaannya tipis sekali tidak sampai satu stop, tapi lumayan.
- Spot Mettering juga naik sedikit dibandingkan dengan Partial Mettering.
- Dengan cahaya minim (dalam kamar), ISO1600 ke ISO3200 bisa naik sampai satu stop.
Permasalahan yang terjadi:
- Ketika CF (Compact Flash) diformat melalui kamera atau CF diganti dengan yang lain maka fungsi hack tadi hilang. Hal ini terjadi karena fungsi bootable yang dibuat oleh CardTrick dan file autoexec.bin hilang. Untuk mengatasi hal tersebut sebelum berangkat memfoto siapkan CF yang sudah bootable dan berisi autoexec.bin lebih dari satu.
Besok kami coba tambahkan review di kondisi cahaya siang hari
dan jangan lupa kerusakan ditanggung ybs loh, selama mengikuti prosedur kelihatannya aman-aman saja.
















