Isdah Ahmad

captured in fast script motion

Archive for the ‘Shutter’


Berbagi cerita dengan facebook

Dari anak kecil umur satu digit sampe dengan ibu-ibu berumur puluhan tahun pasti tahu yang namanya situs jerjaring sosial Facebook. Di situs tersebut ada fasilitas photo album, dan di situ juga kita bisa” mengaitkan” foto tersebut dengan teman kita atau dalam bahasa kita sehari-hari “nge-tag”.

Kemarin sempat bingung mau berbagi cerita dengan foto. Bingungnya foto yang ada di hardisk pengennya diinternetkan *halah*, tapi bingung juga taruh dimana? Sempat kepikiran untuk langganan Picasaweb, langganannya berdasarkan kuota. Kepikiran juga punya Flickr, lihat fitur yang ditawarkan kedepan bikin ngiler juga dan langganannya tak terbatas aka unlimited.

Barusan aku coba gugling untuk mencari apakah ada plugin untuk WordPress yang bisa disandingkan dengan photo album punya Facebook? Dan akhirnya pencarian itu berbuah hasil yaitu plugin facebook-photos buatan Joe Tan. Langsung aku coba install plugin tersebut, dan hasilnya cukup mooiii…

Sekarang siap berbagi cerita dengan foto di Facebook dan blog ini. ;)

Kasta Fotografer

Barusan diskusi dengan beberapa teman fotografer, dan bahasan yang menarik di kalangan fotografer adalah seputar pose, model dan senjata yang dipakai. Lah bahasan yang paling lama biasanya senjata yang dipakai oleh fotografer tersebut, seperti body kamera dan lensa yang dipakai.

Bukan bicara merk kamera, bagi saya sendiri apapun kameranya selama kreativitas ada bukan masalah besar. Sesuai dengan judul kita bicara mengenai kasta saja. Kita ambil contoh Canon dari tipe empat dijit sampai dengan satu dijit, semakin kecil dijitnya semakin mahal harganya sampai puluhan juta.

Lah semakin kecil dijitnya hasilnya semakin bagus juga, hal ini dikarenakan ukuran sensor yang ada dalam kamera dan prosesor untuk mengolah gambar hasil jepretan. Lensa juga mempunyai pengaruh besar dalam mengambil gambar, seperti punya Canon yang L series (L artinya Luxury) harganya cukup mahal juga apalagi bila dia punya nilai F besar senilai 1,2 yang bisa menghasilkan blur yang sepektakuler.

Ironisnya ketika body dan lensa pakai yang kasta atas untuk mengambil gambar model, biasanya pose model sederhana saja seperti mengelus rambut atau tersenyum saja. Dan hasil jepretan dari komposisi tersebut so pasti yahuud! Eh iya hampir lupa sisi ironisnya, jadi begini dengan senjata yang yahud akhirnya membuat membunuh kreativitas fotografer tersebut. Bayangkan saja sekali jepretan sederhana dengan senjata seperti itu hasilnya bisa bikin ngiler.

Saya pribadi masih di dalam kasta tiga dijit, sehingga untuk membuat foto yang bagus banyak hal yang harus diperhitungkan. Senjata yang saya andalkan malah kekreativitasan saya bukan kamera yang saya bawa. Dengan begitu men-trigger semua kekurang saya, apalagi saya juga masih cupu+nyubi urusan jepret-jepret *eh redundant ya*

Kamera itu hanya tool atau biasa disebut hardware, tangan dan mata bisa disebut software, dan otak kreatif disebut brainware. Ketika semua digabungkan jadilah sebuah liveware *loh*. Postingan ini hanya sebatas IMHO saja, dan saya pribadi ingin naik ke kasta dua dijit tapi apa daya belum menemukan duit yang nyelip di dalam dompet. Tapi dengan apa yang ada sekarang saya harus bisa membuat karya yang tetap membuat orang senang melihatnya.

*aduh kapan ya punya 5D Mark II*

Series of Ryofu Housen


Series of Ryofu Housen – 1 by ~isdahahmad on deviantART


Series of Ryofu Housen – 2 by ~isdahahmad on deviantART

(more…)

Series of Lonely Flower


Series of Lonely Flower – 1 by ~isdahahmad on deviantART


Series of Lonely Flower – 2 by ~isdahahmad on deviantART

Sejam bersama TOMPI di Ba-Be

_MG_6105

Sabtu kemarin dapat kesempatan nonton Tompi di grand opeing Ba-Be kafe & resto. Ba-Be bertempat di daerah beji (baca: mbeji) mangkanya diberi nama Ba-Be yang artinya Batu-Beji. Grand opening yang dibilang cukup meriah sampai mendatangkan Tompi. Pada awalnya harga tiket VVIP 150rb dan VIP 100rb, dengan harga segitu pikir-pikir dulu untuk nonton maklum pengeluaran bulan ini cukup banyak. Eh ternyata saya mendapatkan berita kalau harga tiket untuk VIP turun menjadi 50rb. Yihaa… jadilah saya berangkat untuk nonton live.

(more…)



Back to top