May 16th, 2008
Kapan hari itu saya dipanggil seorang dan disodori selembar kertas. Sambil memberikan sebuah ballpoint beliau meminta saya untuk menandatangani kertas tersebut. Tentu saja urusan tanda tangan pasti urusan serius.
Ketika saya lihat lembaran itu tertera angka nominal, dan di sampingnya tertulis keterangan sebagai panitia sebuah acara *loh*. Sempat kaget juga, karena saya tidak merasa terlibat dalam kepanitian terlebih lagi tidak ada SK (Surat Keputusan) yang menunjuk saya sebagai panitia.
Melihat nilai nominal yang cukup besar dengan berat hati saya menolaknya. Kalau dilihat selintas apa beratnya tanda tangan, toh semua orang sepakat kalau saya masuk dalam kepanitian. Saat itu juga saya menjawab “Bu, yang layak dapat ini bukan saya, tapi orang yang ngerjakan” *sambil nunjuk orangnya*.
Beliau langsung bertanya “Loh emang status dia apa? kan disini cuman PKL”. Heran juga kenapa yang dilihat dari statusnya bukan dari kerjanya. Saya masih ngeyel bahwa saya tidak berhak menerima uang itu. Beliau malah menambahkan “Bos bilang kalau kamu berhak mendapatkan ini, soalnya sering membantu di ISO”. Eiiits… tapi ini anggaran untuk kepanitian itu, bukan untuk ISO. Bahkan di keterangan lembaran itu tidak tersebutkan urusan ISO. Sambil keluar dari ruangan saya mengacungkan jempol saya sambil berkata “itu bukan hak saya”
Terkadang saya juga masih sering heran, karena kebiasaan sebagian kecil orang-orang tersebut menerima yang bukan haknya akhirnya hal tersebut seperti virus yang menular ke orang yang lain. Ya… ya… ya… bukannya saya sok suci, tapi kalau ingin membuat dunia lebih baik pasti di mulai dari sendiri *macak futurist*.
Moral op de stori: Curang sekali pasti akan curang selamanya
Tags: tandatangan
Posted in Blog, Kantor | 8 Comments »
April 18th, 2008
GuM dapat SMS dari Mba’ Wina (vokalis Farbig Band) untuk datang ke Cinemax Cafe di sawojajar. Penasaran juga dengan yang namanya Farbig, soalnya dulu GuM pernah mengajak saya untuk nonton jazz di Santika tapi saya tidak bisa karena waktu itu masih kerja di malam hari. Kalau tidak salah waktu di Santika itu band jazz seluruh Surabaya (Surabaya All Star) tampil.
Semalam saya SMS Oom Meru untuk bergabung dengan kita menikmati jazz, kabarnya dia terakhir nonton jazz waktu Tompi konser di kota Malang. Yeah rite , IMHO penggemar musik jazz bisa dibilang cukup sedikit di kota Malang. Jadi para pemusik jazz kadang berpikir dua kali sebelum hijrah ke Malang.
Saya baru tahu kalau di Malang ada komunitas jazz *sweeeer*. Komunitas itu disebut MJF - Malang Jazz Forum . Komunitas ini baru terbentuk, semoga menjadi komunitas besar dan selalu menebarkan racun jazz ke semua kalangan. Bagi kalian yang merasa penggemar musik jazz silahkan bergabung di MJF. Orangnya asik-asik padahal lom kenal .
Minggu depan hari Kamis, masih ada sesi jazz di tempat yang sama dan tetap bersama Farbig. Kalau mau bergabung silahkan saja. Atau mau datang bersamaan? u know where to find me :d
Kritik dan Saran:
- Menu di cinemax cafe tolong diperbaiki.
- Espresso koq manis?
- Kopinya gag enak
Tags: cinemax, farbig, jazz
Posted in Blog, Jalan-jalan | 2 Comments »
April 8th, 2008
Sebulan lalu kami bertiga mendapat tugas untuk membuat presentasi mengenai sekolah tempat kami bekerja. Bukan hal yang sulitkan? Kita sudah mendapat konsep untuk presentasi itu. Konsepnya: presentasi itu dibagi menjadi empat bagian komponen utama (kebijakan sekolah), presentasi itu berisi kumpulan foto mengenai perubahan di sekitar lingkungan sekolah. That’s all
Berbekal OpenOffice.org Impress Microsoft PowerPoint 2007 dan MS Windows Movie Maker kami membuat konsep presentasi yang sederhana. Untuk menampilkan foto yang begitu banyak cukup dibilang susah bila harus klik satu per satu slide. Jadi kita memakai MS Windows Movie Maker untuk membuat sebuah film slide show dari kumpulan foto tersebut, hasil generate dari Movie Maker menjadi wmv.
Malam hari Ibu Kepala Sekolah SMS dengan pesan “Bp ibu tim adiwiyata jkt akan datang ke sma 5 tgl 8 april besok pagi jam 07.00 kita koordinasi di ruang ks.Tks”. Melihat isi SMS tersebut dapat dibilang kedatangan Tim Adiwiyata sangat mendadak, padahal acara tersebut sangat besar setingkat nasional.
Jam 07.00 kita semua berkumpul untuk koordinasi acara di perpustakaan sekolah. Here we go hasil ppt kita diminta untuk ditampilkan. Slide demi slide kita tampilkan tapi hal itu menjadi bahan tertawaan. Semua mengatakan bahwa ppt tersebut kuno seperti tahun 60′an *hey that’s my line*. PPT tersebut semua menggunakan template dari MS Powerpoint 2007, template official tersebut sudah pasti telah melewati tes sehingga dapat menjadi default template MS Powerpoint 2007.
Saya suka dengan kritikan yang tajam karena itu membuka mata saya, tapi beberapa rekan saya yang ikut mengerjakan ppt tersebut hanya menunduk malu karena menjadi bahan dagelan. Di sisi lain saya ikut ngakak karena mendengar komentar orang.
Beberapa orang yang ikut dalam rapat itu memberikan contoh ppt seperti apa yang diinginkan. Kami bersama melihat ppt tersebut sambil sedikit melamun *OMG*. Ketika itu juga saya curhat di kampung gajah untuk meminta pendapat para pakar designer “bagaimana membuat desain ppt yang tepat untuk orang kelahiran tahun 60′an”. Berikut yang dapat disimpulkan *ngakak*:
- Pakai foto yang di-resize ukurannya secara tidak proporsional
- Pakai banyak clipart
- Font pakai warna-warni tiap poinnya
- Pakai banyak wordart
- Gunakan background yang berbeda, dan tetap secara tidak proporsional
- Jangan lupa pakai backsound lagu Titiek Puspa
Tapi memang benar contoh yang diberikan sesuai dengan poin di atas. Sekarang kami merevisi ppt yang telah kami buat dengan menggunakan desain di jaman ketika template belum ada *kapan ya*. PPT yang baru sesuai dengan poin yang ada di atas.
Harapan kami ppt yang baru sesuai dengan keinginan mereka semua. Dan harapan pribadi saya, bila saya seumuran mereka nanti saya masih bisa terus mengikuti perkembangan desain dan teknologi yang ada. Biar tetap terlihat trendi lah… *halah*
Tags: adiwiyata, presentasi, selera
Posted in Blog, Kantor, Opini | 6 Comments »
April 7th, 2008
Sudah seminggu kelopak mata kanan saya berkedut. Saya iseng bertanya ke rekan sebelah saya, jawabannya cukup membuat saya tersenyum. Kalau saya pribadi menanggapi hal itu hanya sebagai mitos. Oh iya berikut jawaban dari beberapa rekan saya:
Yanis Sensei: Wah bakalan dapet cewek cantik tuh
aamiiin *sambil clingak clinguk di tengah food court*
Aida: Bakal dapet rejeki tuuh
aamiiin
Nindya: Ada yang kangen tuh
loh yaaa…
Jadi bagi yang merasa kangen dengan saya, cobalah kirim sms atau telp saya kalau tidak punya no telp saya bisa kirim e-mail ke isdah[dot]ahmad[at]gmail[dot]com atau lewat Ye-em ke isdah[dot]ahmad. Jangan sampai tidak diungkapin bisa jadi jerawat loh. *LOL* ini mitos ya?
Posted in Iseng | 4 Comments »
March 31st, 2008
Hasil hunting yang kedua saya dikompori teman-teman untuk mengunggah ke FN. Sebelum saya unggah ke FN, saya ubah sedikit tone foto itu menjadi sedikit soft dan goldy. Saya suka foto yang sederhana tapi memberikan kesan “wah” buat yang melihatnya. Tone composing itu merupakan permainan komposisi warna. Bila foto dirasa kurang merah, tinggal geser bar untuk menambahkan warna merah. Begitu juga untuk warna-warna yang lain.
Setelah saya unggah ke sana dengan sedikit rasa penasaran menunggu komentar dari anggota FN yang lain. Dalam beberapa menit, sudah ada komentar dari anggota FN. Kalau bisa disimpulkan seperti ini: terlalu sederhana, kurang ter-explore, kurang fokus, dan masih banyak kerkurangannya. Hampir semua komentar tersebut mengacu pada tone yang saya buat.
Dengan menggunakan software untuk image editing kita bisa mempermainkan tone sesuai dengan keinginan kita. Tapi pertanyaannya bagaimana membuat tone yang mantab dan memberikan kesan “wah” pada penikmatnya. Foto di atas merupakan hasil tone kedua saya dengan catatan membuat foto terkesan “dark”, berbeda dengan sebelumnya yang cerah, soft dan sedikit goldy (foto menyusul benwit cekak).
Sesi hunting selanjutnya pasti lebih mantab, tunggu saja wallpaper-nya.
Tags: fotografi, lembah dieng
Posted in Blog | 5 Comments »