Teman, Aku Ingin Membantumu
Dulu sewaktu aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) guruku selalu menegaskan bahwa “manusia sebagai makhluk sosial atau bermasyarakat”. Di sini sudah jelas, bahwa kita hidup ini harus saling tolong-menolong/membantu antara satu dengan lainnya. Bahkan kita diharuskan meninggalkan kata pamrih dalam hal itu.
Mungkin kita merasa kita baik dan mampu membantu orang lain, akan tetapi tidak semua orang suka dibantu. Suatu hari aku ingin membantu temanku, membantu dalam kapasitas teman yang menginginkan dia menjadi yang terbaik. Siapa yang tidak ingin melihat teman kita sukses, menjadi yang terbaik bahkan menjadi contoh bagi yang lain.
Pada hari itu aku bertemu temanku dan tanpa mengatakan tujuanku dia sudah mengetahui apa yang akan kulakukan, yaitu membantu dia. Namun dia berterus-terang menolak dengan menjawab “Aku ingin melakukannya sendiri!“.
Aku bertanya kepada dia dengan rasa penasaranku “Kenapa kamu ingin melakukan sendiri? Aku bisa membantu kamu menjadi lebih baik, dan aku tidak akan meminta apapun dari kamu“.
Dia menjawab “Aku ingin melakukan sendiri, aku ingin merasakan sendiri. Ketika aku gagal aku tidak berutang kepada siapapun. Kegagalan itu hanya aku sendiri yang merasakan“.
Aku balik menjawab “Aku hanya membantu sesuai kemampuanku, tidak lebih. Ketika kamu gagal, aku pasti tersenyum dengan perjuanganmu“. Kemudian aku menatap sambil tersenyum, dan mengatakan “Semua orang pasti menginginkan kamu berhasil apalagi seseorang yang baik seperti kamu, dan meraka semua termasuk aku akan selalu mendoakan keberhasilanmu“.
Dia tetap menjawab “Aku ingin melakukannya sendiri dan merasakannya sendiri!”
Sangking jengkelnya aku bersikeras “Sudahlah percayalah, aku hanya membantu sebisaku. Suatu saat aku pasti membutuhkan bantuanmu dan bantuan itu sangatlah amat berarti buatku“.
Namun pembicaraan itu berakhir dengan hasil yang sama. *sigh*
Aku suka membantu orang lain, selama aku mampu dan bisa melakukan. Tapi ketika bantuan tersebut ditolak rasanya sangat kecewa sekali. Lain hal ketika aku tidak mampu membantu, aku hanya bisa berharap ada orang lain yang mampu untuk menolong dia.
Teman, ketika aku membantu kamu. Kamu pasti akan berpikiran untuk membantu orang lain. Bukankah hal itu indah? Bukankah hal itu membuat dunia lebih baik?
~•~
Teman, percayalah..
Aku berharap yang terbaik buat kamu, biarkanlah aku membantumu mencapai apa yang kamu inginkan.













