Isdah Ahmad

captured in fast script motion

September 14, 2010

Teman, Aku Ingin Membantumu

Dulu sewaktu aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) guruku selalu menegaskan bahwa “manusia sebagai makhluk sosial atau bermasyarakat”. Di sini sudah jelas, bahwa kita hidup ini harus saling tolong-menolong/membantu antara satu dengan lainnya. Bahkan kita diharuskan meninggalkan kata pamrih dalam hal itu.

Mungkin kita merasa kita baik dan mampu membantu orang lain, akan tetapi tidak semua orang suka dibantu. Suatu hari aku ingin membantu temanku, membantu dalam kapasitas teman yang menginginkan dia menjadi yang terbaik. Siapa yang tidak ingin melihat teman kita sukses, menjadi yang terbaik bahkan menjadi contoh bagi yang lain.

Pada hari itu aku bertemu temanku dan tanpa mengatakan tujuanku dia sudah mengetahui apa yang akan kulakukan, yaitu membantu dia. Namun dia berterus-terang menolak dengan menjawab “Aku ingin melakukannya sendiri!“.

Aku bertanya kepada dia dengan rasa penasaranku “Kenapa kamu ingin melakukan sendiri? Aku bisa membantu kamu menjadi lebih baik, dan aku tidak akan meminta apapun dari kamu“.

Dia menjawab “Aku ingin melakukan sendiri, aku ingin merasakan sendiri. Ketika aku gagal aku tidak berutang kepada siapapun. Kegagalan itu hanya aku sendiri yang merasakan“.

Aku balik menjawab “Aku hanya membantu sesuai kemampuanku, tidak lebih. Ketika kamu gagal, aku pasti tersenyum dengan perjuanganmu“. Kemudian aku menatap sambil tersenyum, dan mengatakan “Semua orang pasti menginginkan kamu berhasil apalagi seseorang yang baik seperti kamu, dan meraka semua termasuk aku akan selalu mendoakan keberhasilanmu“.

Dia tetap menjawab “Aku ingin melakukannya sendiri dan merasakannya sendiri!

Sangking jengkelnya aku bersikeras “Sudahlah percayalah, aku hanya membantu sebisaku. Suatu saat aku pasti membutuhkan bantuanmu dan bantuan itu sangatlah amat berarti buatku“.

Namun pembicaraan itu berakhir dengan hasil yang sama. *sigh*

Aku suka membantu orang lain, selama aku mampu dan bisa melakukan. Tapi ketika bantuan tersebut ditolak rasanya sangat kecewa sekali. Lain hal ketika aku tidak mampu membantu, aku hanya bisa berharap ada orang lain yang mampu untuk menolong dia.

Teman, ketika aku membantu kamu. Kamu pasti akan berpikiran untuk membantu orang lain. Bukankah hal itu indah? Bukankah hal itu membuat dunia lebih baik?

~•~

Teman, percayalah..
Aku berharap yang terbaik buat kamu, biarkanlah aku membantumu mencapai apa yang kamu inginkan.


August 12, 2010

Menghindar dari si teroris kecil bernama LPG

Dahulu kasus LPG (Liquefied Petroleum Gas) meledak tidak seramai tahun ini. Sudah banyak korban yang diakibatkan dari penggunaan LPG terutama dari tabung LPG yang ukuran kecil 3Kg. Kalau ditanya siapa yang salah pasti saling menuding, yang satu bilang kalau yang salah pemerintah sedangkan satunya lagi bilang kalau cara pemasangan regulatornya, ininya, itunya tidak sesuai dengan tata cara atau aksesoris *halah* LPG tidak masuk kategori SNI (Standar Nasional Indonesia).

Suatu hari secara tiba-tiba di kamarku tercium bau kotoran kebo. Penasaran juga mencari sumber bau itu, dan ternyata berasal dari tabung LPG. Dulu bau gas yang keluar dari LPG tidak bau kotoran kebo, aku ingat betul dengan bau gas itu. Sebetulnya gas dari tabung LPG itu adore-less atau tidak berbau. Tetapi para ilmuwan sepakat *halah* untuk memberi aroma sebagai penanda bahwa tabung mengalami kebocoran. Di sini aku protes kenapa para ilmuwan memilih bau kotoran kebo sebagai penanda? Kenapa tidak memilih aroma yang lebih nose-friendly?

Aku sendiri sudah mencoba bermacam cara untuk menghindari kebocoran dari tabung LPG itu, mulai dari mengganti regulator yang harganya lebih mahal yang konon katanya lebih aman, mengganti seal karet dengan yang baru sebelum memasang regulator, sampai menambahkan pengaman segitiga untuk mengunci regulator pada tabung. Tapi tetap saja dalam hitungan hari masih saja tercium bau kotoran kebo, bau pilihan para ilmuwan *halah*. Akhirnya jadi ingat moto “secure for now, may not secure for tomorrow“.

Entah ini sebagai solusi atau bukan kami beralih menggunakan Blue Gas. Regulatornya mempunyai bentuk yang berbeda, dia menggunakan ulir. Dengan menggunakan ulir kemungkinan gas bocor bisa diminimalisir. Kemungkinan bocor bisa terjadi dari selang antara ujung regulator sampai dengan kompor. Penggunaan Blue Gas mungkin belum memasyarakat, yang menjual juga tidak begitu banyak. Aku sendiri di kota Malang membeli Blue Gas di daerah pasar Sukun. Mungkin ini salah satu solusi, bisa jadi bersifat sementara atau selamanya sampai ada solusi yang lebih baik.

Ssttt.. yang jual Blue Gas di pasar Sukun engkoh moody. Kadang baik, kadang juga sering menatap sinis ke pelanggannya. Bagiku lebih mudah menghadapi engkoh moody dari pada bau kotoran kebo pilihan ilmuwan. *halah*


August 09, 2010

Antah berantah

Semua pasti tahu arti kata “antah berantah”, banyak yang mengatakan bahwa kata “antah berantah” adalah dunia fantasi waktu kita masih sering mengkhayal menjadi seseorang. Seseorang yang lebih baik, seseorang yang lebih berguna bagi yang lain.

Ketika kita mulai beranjak dewasa dunia antah berantah itu menjadi semakin bias hingga kita lupa dengan gambaran dunia itu. Pembiasan itu imbas dari kesibukan kita mengurusi hal-hal untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Bekerja dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar membuat kita lupa dengan keinginan kita, fantasi kita bahkan dunia antah berantah.

10 Januari 2010, Menjelang Maghrib ^^

10 Januari 2010 - Green Lime

Dengan berjalan dan meluangkan waktu sendiri membangun kembali dunia antah berantah itu. Dunia yang akan menjadi bias atau bisa dikatakan abstrak bisa menjadi kongkrit dan solid di ingatan kita. Namun itu semua perlu dijaga agar tetap solid dalam memori kita. Aku menggunakan penanda hasil belajar dari seorang teman untuk menjaga ingatan dunia antah berantah dan deretan frame agar membuatnya abadi.

10 Januari 2010, Menjelang Maghrib ^^

10 Januari 2010 - Red

10 Januari 2010, Menjelang Maghrib ^^

10 Januari 2010 - Red

10 Januari 2010, Menjelang Maghrib ^^

10 Januari 2010 - Green

10 Januari 2010, Menjelang Maghrib ^^

10 Januari 2010 - Purple

Lima frame cukup untuk mengingatkanku pada tempat itu. Aku masih berharap dapat kembali ke sana dengan cerita berbeda dan menjadi seseorang yang berbeda. Semoga Tuhan mengabulkan permintaanku, dan permintaanku menjadi yang terbaik bagi semua.

*aamiin*


July 31, 2010

Oktober di Kota Malang

Mendekati bulan penerimaan (maha)siswa baru pasti disambut dengan dinginnya kota Malang. Bagi yang tinggal di daerah yang dingin bukan menjadi masalah. Rata-rata suhu di kota Malang antara 21 derajat celcius sampai suhu terpanasnya 32 derajat celcius. Ditambah efek global warming suhu tertingginya bisa mencapai 37 derajat celcius, kalau waktu siang panasnya bukan main.

Masjid Agung Jami' Malang

Masjid Agung Jami' Malang

Di bulan Oktober ini sampai Agustus angin dingin dari Australia menuju daerah di Jawa Timur salah satunya kota Malang *cmiiw*. Sehingga menyebabkan suhu udara di kota Malang mencapai 16 – 28 derajat celcius dengan kelembaban 47-94%.

Dulu waktu aku masih kecil hampir setiap pagi pasti melihat kotaku berkabut. Aku masih ingat di sudut alun-alun kota Malang setiap pagi berangkat sekolah melihat orang berolah-raga dengan ekspresi menahan udara dingin, beberapa orang berjualan serabi dan bakpao di pagi yang dingin. Dan yang paling tercetak di otakku kabut ditambah dengan matahari pagi, yup sinar matahari yang melewati rimbunan pohon beringin membuat garis-garis sinar. waaaaw.. nostalgia banget. :grin:

Suatu hari di bulan Oktober waktu berangkat kerja kotaku berkabut, karena termasuk kejadian langka di era global warming langsung aku ambil kamera poket dan tekan shutter tanpa mikirin apapun. Jadinya hasilnya juga seadanya, cukup buat mengenang kota Malang tempo dulu. :cry:

Bank Mandiri, samping Masjid Agung Jami' Malang

Bank Mandiri, samping Masjid Agung Jami' Malang

Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan

Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan

Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan

Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan

Ke arah Pasar Besar Malang

Ke arah Pasar Besar Malang


June 21, 2010

Juni – Juli, Waktunya liburan

Hohohooo.. kesibukan kantor memang mengganggu hobi bermain. Kalau guru waktu liburan sekolah pasti libur juga, berbeda dengan guru plus seperti saya dan teman-teman yang lain. Waktunya liburan disibukkan dengan PSB, Rapotan, MOS (Masa Orientasi Siswa). Akhirnya biar tidak sampai kejadian sutris aka stres bahkan sampai gila makan semir sepatu *eh*, maka kudu curi-curi waktu liburan. Bisa jadi waktu weekend atau waktu hari libur nasional.

Sedikit gambaran saja, apa yang ada di bulan Juni-Juli:

  • Savanah Bromo (bukit teletabis denial)
  • JFC – Jember Fashion Carnaval Carnival *semoga lebih bagus dan ramai*
  • JOSS – Jogja Street Shot *semoga tidak ada kejadian teroris seperti tahun kemarin*

Berikut sedikit foto nostalgia diambil dari beberapa sumber:

Savanah Bromo (Bukit Teletabis Denial)

Savanah Bromo (Bukit Teletabis Denial) by Oom Nunug

Savanah Bromo (Bukit Teletabis Denial)

Savanah Bromo (Bukit Teletabis Denial) by Oom Nunug

Ranupane

Ranupane by Oom Nunug

Trus untuk sisa foto nostalgia bisa dilihat di galeri saya sendiri:

Semoga tidak ada aral melintang yang menghalangi. Eh dan semoga Mon Ami juga mau ikutan kalau tidak sibuk :oops:

*Aamiin*




Back to top