Isdah Ahmad

captured in fast script motion

July 16, 2008

Pak Guru wannabe

Di suatu pagi hari yang cerah. Kebetulan juga kota Malang di bulan Juli sampai Agutus menujukan hawa dingin seperti ketika di tahun 80′an, tapi yang berbeda ialah tidak ada kabut yang menyelimuti.

Sekolah saat itu berjalan seperti biasanya, kesibukan yang saya lakukanpun sama seperti hari-hari biasanya. Namun hal yang berbeda, beberapa orang menyapa saya dengan sapaan “Pagi, Pak Guru”. Loh kapan ditunjuk jadi gurunya?

Karena penasaran sayapun iseng ikutan rapat dinas untuk koordinasi. Beberapa saat kemudian ada Ibu Guru yang menunjukan saya kumpulan SK (Surat Keterangan) *kaget*. Ternyata saya diberi jatah mengajar seluruh kelas X dan kelas XI khusus SBI. Total jam mengajar sebanyak 22jam *tepok jidat*.

Rumornya guru baru tidak pernah mendapat jam sebanyak itu. Tapi mau bagaimana lagi, demi anak bangsa *macak jadi oemar bachrie*

*eng ing eng* besok pagi sudah mulai mengajar.


July 13, 2008

Sidoarjo Street Photograph

Narsis, Photo By Meru
Asik juga street hunting di kota Sidoarjo :D
Gag rugi jauh-jauh dari Malang naik kereta, dapet bonus hunting di dalam kereta juga.

Read the rest of this entry »


July 09, 2008

Kadang orang gila, kadang wartawan

Jadi fotografer wannabe itu tantangannya banyak, salah satunya waktu jalan trus ngliatin ce buat ajakin jadi model foto. Si ce pasti bilang “iih orang gila, ngliatin aku seperti itu!” *ngakak* eh ini persenel eksperien. Trus kalo si ce mau difoto, adoh doh doh *macak gaya ferdi* personal approacing-nya sulitnya minta ampun. Klo udah satu sesi, ealah malah ketagihan *tepok jidat* salah satu korbannya ntar deh aku aplot. Sekarang dia setiap ketemu pasti minta difoto.

Lain lagi klo kita street photograph, kita kudu ramah dengan orang sekitar ibaratnya soul kita menyatu dengan atmosfir mereka. Jepret kanan kiri ealah dipanggil sama orang sekitar wartawan *ngakak*.

Ntah aku dapat julukan apalagi klo waktu pegang kamera. Eh ini postingan iseng loh *ngakak*


July 07, 2008

Selamat Jalan Oom Eko Widyatmoko

Photo by Rony Rusdiansyah

Innalillahi wainaillaihi raji’un, Telah meninggal dunia, sahabat kami Eko Widyatmoko, Minggu 6 Juli 2008 sekitar jam 5 sore di RS Saiful Anwar Malang.

Photo by Mukti Echwantono

Beliau adalah seorang fotografer senior di Kota Malang. Saya sempat bertemu beliau ketika sharing loundry yang bertempat di tempat Oom Benny aka Pak Puh. Beliau bercerita tentang kecanggihan Kamera Medium Format, sambil membawa kamera Yashica 635 warisan Ayahanda. Setelah sharing beliau bercerita pengalamannya ketika bekerja di kota Jakarta, ketika beliau memfoto calon-calon artis. Sungguh pengalaman yang mengagumkan. Tidak hanya itu saja, beliau juga lihai memainkan gitar akustik. Saya ingat ketika beliau memainkan lagu Antonio Song.

Namun cukup disayangkan, itu pertemuan pertama dan terakhir saya dengan beliau. Padahal saya berharap dapat hunting dengan beliau menggunakan kamera analog saya.

Photo by Mukti Echwantono

Selamat jalan Oom Eko, terima kasih buat pengalaman dan ilmu yang diberikan.


July 07, 2008

Being Social Smoker

Terus terang saya bukan perokok terlebih lagi saya benci bau asap rokok. Saya mencoba untuk menghidar dari asap rokok walaupun terhitung cukup sulit karena teman saya kebanyakan perokok aktif. Pernah saya bertanya kepada perokok “apa seeh enaknya merokok?”. Mereka dengan tegas mengatakan “coba dulu, baru tau dimana enaknya”.

Karena capek untuk melarang seseorang merokok dan kata hati ingin sekali mencium udara yang segar dan bebas asap rokok, saya memutuskan untuk menjadi seorang perokok untuk mencari sela untuk memberikan alasan kepada mereka.

Sudah dua bulan saya menjadi seorang social smoker, seseorang yang merokok ketika berada di dalam lingkungan perokok. Tapi heran, sampai detik ini saya masih belum bisa mengatakan enaknya merokok ada dimana? Berbagai cara merokok sudah saya coba, namun hanya rasa sakit aja yang tersisa.

Kapan hari membaca blog dodi tentang Renungan Dahsyat Soal Rokok dan Kecupuan. Kemudian saya mendiskusikan dengan rekan saya seorang pecandu rokok berat. Beliau mengatakan bahwa merokok itu enaknya ketika sedang termenung, memikirkan sesuatu atau sedang refreshing di pegunungan. Tanpa pikir panjang sayapun mencoba melakukan hal itu. Tapi sayang saya masih juga belum menemukan rasa nikmat dari rokok.

Aaah… rokok? hanya orang bodoh saja merokok, rasanya loh cuman ada sakit dan sesak saja. Setelah posting blog ini saya memutuskan untuk berhenti merokok.




↑ Top