Isdah Ahmad

captured in fast script motion


Macak Guru – Guru & Mata Pelajaran

Hehe.. curcol aah.. :roll:

Ini udah tahun kedua aku macak jadi guru. Klo ditanya alasan aku menjadi guru, sampe sekarang bingung juga harus jawab apa. Dibilang kebetulan juga bukan, dibilang pengen juga bukan. Tapi ya pada akhirnya dijalani juga, dan karena kuliahnya gag ada hubungannya dengan mengajar ya akhirnya mengajarnya harus niru-niru dari guru yang asli.

Kaget? hu uhm.. terutama ketika harus bikin RPP – Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Silabus, dan Bahan Ajar yang sampai sekarang masih bingung juga bikinnya padahal udah nyontek kesana kemari. Oh iya hampir lupa juga aku di sini peranku menjadi Guru TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) kelas X (SMA Kelas 1), guru yang kadang jadi model juga *plak* eh kadang juga jadi tukang poto juga *plak*.

Terus aku mencoba mempelajari kurikulum yang diberikan pemerintah (dinas pendidikan) untuk SMA sampe khatam. Dan membaca lembar perlembar kurikulum itupun bikin aku ngantukz ilakes :lol:. Dan akhirnya aku beropini kalau kurikulum yang ada gag-tepas-blak (baca: gag tepak blas) bila diterapkan di kota. Masa’ udah SMA masih diajarin cara menyalakan komputer, cara mengetik di aplikasi Office, dan cara duduk yang enak kalau memakai komputer.

Pada akhirnya ya perlu kerja keras untuk mengembangkan materi dari kurikulum yang ada supaya tidak membosankan ketika diajarkan di kelas. Dan yang paling penting supaya muridku siap dengan teknologi yang terbaru saat ini, biar otak mereka tidak basbang dan mereka juga selalu haus akan informasi. :cool:

Dampak negatifnya apa? karena aku mengembangkan terlalu luas akhirnya buku yang beredar di pasaran terlampaui jauh ilakes. Kalo mengajar ya aku biasanya pake Slide trus muridku tinggal menyimak, selesai pelajaran mereka bisa mengkopi Slide tersebut. Namanya murid setiap mau ulangan pasti bertanya “Pak, bukunya apa?”, ya sudah pasti jawabannya “Uncle Google and Wikipedia!”.

Besok yang tanya lagi sini aku tendang sini.. Mangkanya jangan terlalu banyak berpesbuk, banyak hal menarik selain facebook loh.

Eniwei jadi guru pasti ada suka dan ada duka domz.. ok curcol selanjutnya hubungan antara guru dan murid :oops: *auuw.. auuw..*

Pak Guru wannabe

Di suatu pagi hari yang cerah. Kebetulan juga kota Malang di bulan Juli sampai Agutus menujukan hawa dingin seperti ketika di tahun 80′an, tapi yang berbeda ialah tidak ada kabut yang menyelimuti.

Sekolah saat itu berjalan seperti biasanya, kesibukan yang saya lakukanpun sama seperti hari-hari biasanya. Namun hal yang berbeda, beberapa orang menyapa saya dengan sapaan “Pagi, Pak Guru”. Loh kapan ditunjuk jadi gurunya?

Karena penasaran sayapun iseng ikutan rapat dinas untuk koordinasi. Beberapa saat kemudian ada Ibu Guru yang menunjukan saya kumpulan SK (Surat Keterangan) *kaget*. Ternyata saya diberi jatah mengajar seluruh kelas X dan kelas XI khusus SBI. Total jam mengajar sebanyak 22jam *tepok jidat*.

Rumornya guru baru tidak pernah mendapat jam sebanyak itu. Tapi mau bagaimana lagi, demi anak bangsa *macak jadi oemar bachrie*

*eng ing eng* besok pagi sudah mulai mengajar.



Back to top