Isdah Ahmad

captured in fast script motion


Supermoon di Kota Malang

Supermoon di Kota Malang

Supermoon di Kota Malang

SuperMoon atau disebut Lunar Perigee adalah fenomena dimana Bulan berada dengan jarak terdekatnya dengan Bumi, dan kebetulan juga bertepatan dengan kondisi Bulan Purnama sehingga ukuran Bulan terlihat lebih besar dan sedikit lebih terang. Info dari Wikipedia menunjukkan bahwa ukuran SuperMoon lebih besar kurang lebih 12% dari ukuran Bulan biasanya.

Sehabis isya’ baru keluar dari musholah lapangan basket sekolah terlihat ramai oleh murid astronomi dari kelas olimpiade. Mereka berkumpul bersama pembina mereka untuk menyasikan SuperMoon secara langsung. Tapi sayang saat itu tidak ada yang membawa kamera untuk mengabadikan SuperMoon. Di saat seperti ini BB Gemini-ku beralih fungsi menjadi kamera, tidak rugi punya kamera berhape.

Ternyata susah juga jepret langsung lewat view finder dari teleskop, setiap habis jepret harus atur posisi kembali menghadap bulan. Dari beberapa jepretan yang cukup bisa dinikmati hanya satu foto ini saja itupun tidak nampak utuh seluruhnya, repotnya mengatur posisi dengan kecepatan perpindahan bulan. Dan mengintip SuperMoon dari view finder cukup menyakitkan mata karena terlalu terang. Sepertinya Bulan lebih indah dinikmati melalui teleskop bila ukurannya separuh atau waktu Bulan Sabit. Eh tapi kalau sama pacar ya beda yak..

 

Angin Kencang + Sedikit Cahaya + Gerimis = Pelangi

Angin Kencang + Sedikit Cahaya + Gerimis = Pelangi

Angin Kencang + Sedikit Cahaya + Gerimis = Pelangi

Sewaktu pulang kantor angin lagi berhembus kencang. Reflek ketika mendekati pasar besar langsung mengeluarkan kamera berhape dan cekrek, jadilah foto pelangi tepat di tengah. Harap maklum karena kamera berhape hanya ada mode auto, jadi dapat exposure seadanya yang penting pelanginya kelihatan. :D

 

Oktober di Kota Malang

Mendekati bulan penerimaan (maha)siswa baru pasti disambut dengan dinginnya kota Malang. Bagi yang tinggal di daerah yang dingin bukan menjadi masalah. Rata-rata suhu di kota Malang antara 21 derajat celcius sampai suhu terpanasnya 32 derajat celcius. Ditambah efek global warming suhu tertingginya bisa mencapai 37 derajat celcius, kalau waktu siang panasnya bukan main.

Masjid Agung Jami' Malang

Masjid Agung Jami' Malang

Di bulan Oktober ini sampai Agustus angin dingin dari Australia menuju daerah di Jawa Timur salah satunya kota Malang *cmiiw*. Sehingga menyebabkan suhu udara di kota Malang mencapai 16 – 28 derajat celcius dengan kelembaban 47-94%.

Dulu waktu aku masih kecil hampir setiap pagi pasti melihat kotaku berkabut. Aku masih ingat di sudut alun-alun kota Malang setiap pagi berangkat sekolah melihat orang berolah-raga dengan ekspresi menahan udara dingin, beberapa orang berjualan serabi dan bakpao di pagi yang dingin. Dan yang paling tercetak di otakku kabut ditambah dengan matahari pagi, yup sinar matahari yang melewati rimbunan pohon beringin membuat garis-garis sinar. waaaaw.. nostalgia banget. :grin:

Suatu hari di bulan Oktober waktu berangkat kerja kotaku berkabut, karena termasuk kejadian langka di era global warming langsung aku ambil kamera poket dan tekan shutter tanpa mikirin apapun. Jadinya hasilnya juga seadanya, cukup buat mengenang kota Malang tempo dulu. :cry:

Bank Mandiri, samping Masjid Agung Jami' Malang

Bank Mandiri, samping Masjid Agung Jami' Malang

Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan

Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan

Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan

Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan

Ke arah Pasar Besar Malang

Ke arah Pasar Besar Malang

Series of Sparkling Water


Series of Sparkling Water – 1 by ~isdahahmad on deviantART


Series of Sparkling Water – 2 by ~isdahahmad on deviantART


Series of Sparkling Water – 3 by ~isdahahmad on deviantART

Ikutan presentasi foto Hendra Setyawan

Dapat undangan dari Mas Kris Nurhadianto untuk datang di acara “Presentasi foto Hendra Setyawan“, seorang pewarta foto KOMPAS. Acara diselenggarakan jam 19.00 MAMIPO (Malang Meeting Point) di Jl. Kediri 4, Malang. Baru kali ini saya ikut acaran Presentasi Foto, dulunya hanya dengar dari para senior saja. Dan dengar dari para senior juga kalau di kota sebelah (Surabaya) acara seperti ini diselenggarakan rutin.

Oh iya yang datang acara itu banyak mahasiswanya dan tentu saja mahasiswinya ada lah *uhuk*, tidak lupa juga para fotografer senior kota Malang hadir juga dari yang fotografer street sampai model ada. Saya yang nyubi (newbie) urusan jeprat jepret hanya bisa tolah toleh kagum sama mereka.

Antri Minyak Tanah, photo by HENDRA A SETYAWAN

Sesi awal yang datang diminta untuk menyetorkan hasil karya mereka. Wah sayang sekali saya tidak membawa stok foto saya. Selain untuk pamer bisa juga untuk ajang hujat menghujat hehehe… ntar deh bulan depan mulai pamer hasil karya. Berhubung tidak ada yang membawa stok foto, Mas Hendra langsung menampilkan foto hasil jepretan kesehariannya sebagai seorang pewarta. Foto dari daily life, sport, culture, potrait semua ditampilkan. Waaah… keren jepretannya… FYI Mas Hendra senjatanya Nikon D100.

Sebetulnya saya pribadi ingin melihat metadata dari jepretan Mas Hendra, intinya ingin lihat secara teknis foto yang diambil. Dari lensa, diafragma, dan speed yang digunakan. Namun sayang yang punya meksux tidak bisa melihatkan metadata dari filenya (doh).

Selain mendapatkan banyak kenalan, saya juga mendapatkan pengalaman untuk mengambil angle yang unik dari Mas Hendra. Ok tunggu saja bulan depan saya yang tampil hehehe… (devil)



Back to top