Isdah Ahmad

captured in fast script motion


Ikutan Gelar Karya Bertema PEREMPUAN

 

MAMIPO mengadakan gelar karya di MATOS (Malang Town Square), infonya bisa dilihat langsung di website MAMIPO. Gelar karya ini bebas boleh diikuti oleh siapa saja tanpa ada batasan asalkan karyanya sesuai dengan tema “PEREMPUAN”.

Ini kali pertamanya aku ikutan pameran dan bisa hadir karena ada di kotaku sendiri. Beberapa kali ikut pameran yang diselenggarakan oleh suatu komunitas ataupun organisasi biasanya bertempat yang jauh, dan itu kebetulan ada karya yang sesuai dengan tema. Di Malang sendiri beberapa kali ada pameran fotografi, seperti yang diselenggarakan oleh komunitas WARKOP di Perpustakaan Kota Malang. Sayangnya saat itu aku tidak mempunyai foto yang tepat (bagus) untuk dipamerkan.

Untuk pameran kali ini aku menyumbang dua buah foto bumil (Ibu Hamil). Modelnya adalah temenku sendiri yang bernama Bunda Vindy seorang desainer grafis di sebuah perusahaan terkenal di Indonesia, konon dulu aku sendiri pernah mencari sesuap berlian di perusahaan itu.

Kasih #1

Kasih #1

 

Kasih #2

Kasih #2

Foto di atas adalah foto yang aku ikutkan dalam pameran. Usia kehamilan Bunda Vindy saat itu adalah 30 minggu, saat ini mungkin sudah mendekati hari kelahiran anak pertama dari bunda Vindy. Karena ini merupakan anak pertama dari pasangan Vindy + Ipank maka fotonya aku kasih Caption Kasih #1 & Kasih #2. Anak pertama biasanya anak yang ditunggu-tunggu dan menurutku judul Kasih adalah yang tepat.

Memberikan judul itupun mendapat masukkan dari beberapa senior di MAMIPO walaupun harus berdebat panjang lebar sampai larut malam. Awalnya ada yang memberikan judul mirip judul sinetron, trus ada juga yang usul judul yang mirip lagu dangdut dan akhirnya berakhir dengan judul Kasih. *salaman ke para senior*

Harapanku semoga semakin banyak pameran yang diselenggarakan di Kota Malang, dan semakin banyak pengkarya hebat yang lahir dari kota Malang.

Mamipo dan i-Fashion

Mamipo lagi punya gawe ngadain pameran dan diskusi dari hasil workshop angkatan pertama “Malang Sekarang”. Pameran tersebut menampilkan hasil karya dari sembilan seniman yaitu:

  • Agus Setiawan
  • Rino Anugrawan
  • Darmono
  • Deny A. Arfianto
  • Dita Putri
  • Ichwan Susanto
  • Yongky Prasetia
  • Yuda Kurniawan
  • Radityo Widiatmojo

Waktu pembukaan pameran aku gag sempet dateng karena masih ada keperluan :( *ahlesyan*. Hari kedua aku langsung nekat meluncur ke lokasi pameran dengan kondisi sedikit sakaw :lol: kebetulan ada adek yang nemenin. Nekatnya meluncur kesana sebetulnya takut kehabisan katalog foto :D ternyata ketika sampai di sana masih ada beberapa katalog. Aku beli satu dan kemudian sekolah dikasih satu oleh Mamipo *horaay* karena sekolah punya eskul fotografi.

Dan hari selasa kemarin diselenggarakan diskusi, akupun datang sambil bawa katalog sambil berharap mendapatkan tanda tangan dari para seniman. Tapi sayangnya dalam diskusi tersebut tidak hadir Agus Setiawan dan Dita Putri karena ada kesibukan tertentu :(

Foto hasil karya kesembilan seniman tersebut benar-benar membuat aku terinspirasi. Jadi gag sabar ikutan angkatan kedua kelas “Malang Sekarang”. *lirik kak swanti*

Ikutan presentasi foto Hendra Setyawan

Dapat undangan dari Mas Kris Nurhadianto untuk datang di acara “Presentasi foto Hendra Setyawan“, seorang pewarta foto KOMPAS. Acara diselenggarakan jam 19.00 MAMIPO (Malang Meeting Point) di Jl. Kediri 4, Malang. Baru kali ini saya ikut acaran Presentasi Foto, dulunya hanya dengar dari para senior saja. Dan dengar dari para senior juga kalau di kota sebelah (Surabaya) acara seperti ini diselenggarakan rutin.

Oh iya yang datang acara itu banyak mahasiswanya dan tentu saja mahasiswinya ada lah *uhuk*, tidak lupa juga para fotografer senior kota Malang hadir juga dari yang fotografer street sampai model ada. Saya yang nyubi (newbie) urusan jeprat jepret hanya bisa tolah toleh kagum sama mereka.

Antri Minyak Tanah, photo by HENDRA A SETYAWAN

Sesi awal yang datang diminta untuk menyetorkan hasil karya mereka. Wah sayang sekali saya tidak membawa stok foto saya. Selain untuk pamer bisa juga untuk ajang hujat menghujat hehehe… ntar deh bulan depan mulai pamer hasil karya. Berhubung tidak ada yang membawa stok foto, Mas Hendra langsung menampilkan foto hasil jepretan kesehariannya sebagai seorang pewarta. Foto dari daily life, sport, culture, potrait semua ditampilkan. Waaah… keren jepretannya… FYI Mas Hendra senjatanya Nikon D100.

Sebetulnya saya pribadi ingin melihat metadata dari jepretan Mas Hendra, intinya ingin lihat secara teknis foto yang diambil. Dari lensa, diafragma, dan speed yang digunakan. Namun sayang yang punya meksux tidak bisa melihatkan metadata dari filenya (doh).

Selain mendapatkan banyak kenalan, saya juga mendapatkan pengalaman untuk mengambil angle yang unik dari Mas Hendra. Ok tunggu saja bulan depan saya yang tampil hehehe… (devil)



Back to top