Isdah Ahmad

captured in fast script motion


Terserah, Sakarep

Terserah dalam bahasa jawa bisa dikatakan “sakarep”. Beberapa hari ini ketika saya minta pendapat ke teman saya entah kenapa mereka selalu menjawab “terserah” atau “sakarep”. Jawaban seperti itu mengingatkan saya kepada seorang teman. Dia setiap ditanya seingat saya selalu menjawab “terserah”, dan bukan saya saja yang bertanya seorang teman yang lain ketika bertanya ke dia pasti jawabnya “terserah”.

Jawaban tersebut memang selalu membuat jengkel si penanya. Kita bertanya memang untuk mendapatkan solusi atau keputusan, kalau jawabannya seperti itu kenapa kita harus bertanya :D

Di sisi lain jawaban terserah itu memposisikan diri kepada kondisi aman. Orang yang selalu memposisikan dalam kondisi tersebut suka berpikiran defensif dan selalu menunggu. Seperti yang dikatakan Charlie Croker (Mark Wahlberg) di Italian Job, orang yang berpikiran defensif selalu diposisi no 2.

Karena penasaran saya menanyakan kepada dua orang yang suka menjawab “terserah” perihal jawaban “terserah”. Dan jawaban mereka seperti ini:

  • Orang pertama: “Lah kalau saya menjawab nanti kalau ada yang tidak cocok pasti menyalahkan saya dan langsung ngambek”
  • Orang kedua: “Aku dulu ya tidak suka dengan jawaban terserah. Tapi dulu ketika aku bertanya pada forum dan mereka semua menjawab terserah, dan aku mengambil keputusan. Trus mereka menganggap aku egois. Jadi sekarang setiap aku ditanya aku pasti memposisikan sebagai mereka dengan jawaban terserah”

Dari situ dapat dilihatkan kenapa mereka menjawab terserah? mereka menginginkan posisi aman. Sekarang TERSERAH anda mau berada diposisi mana? *loh koq terserah*



Back to top