Isdah Ahmad

captured in fast script motion


Photographer atau Photoshoper?

Kemarin sempat berdiskusi dengan para senior fotografer di kantor Omah[plus]. Diskusi dagelan ala warung kopi itu dimeriahkan oleh Teddy Soumokil (CEO Omah[plus]), Handa, Yuan, dan saya. Pada awalnya Pak Teddy membuka ajang diskusi dengan topik “kiri atau kanan buat ngeker?”. Silang pendapat antara penggunaan mata kiri dan mata kanan, sebagian besar orang ngeker lewat view finder menggunakan mata kanan dan sambil menutup mata kiri. Ada juga yang suka ngeker dengan mata kiri. Herannya, orang yang ngeker dengan mata kanan, mata kiri pasti merem. Tapi orang yang ngeker dengan mata kiri, mata kanan masih tetap terbuka. Bukan diskusi seriuskan? :d

Hari semakin sore, topikpun berganti menjadi “Bagaimana memfoto yang benar?”. Lah dari topik itu saya baru mendengar istilah “Photographer atau Photoshoper” dari Pak Teddy. Istilah tersebut ada karena kebiasaan kita meng-edit foto menggunakan Adobe Photosop. Kalau foto kita sudah benar dari awal, maka tidak perlu dilakukan editing lagi. Tapi bila dari awal foto kita kurang benar, sebalikanya editing yang diperlukan sangat banyak. Foto tersebut jadi tidak natural lagi. Fotografer yang sejati katanya hampir tidak melakukan editing foto atau paling banyak just crop and resize.

Dari situ saya jadi ingat perkataan Oom Benny aka Pak Puh yang selalu mengatakan “Apaan tuh OLDIG (Olah Digital)?”.



Back to top