Isdah Ahmad

captured in fast script motion


Dilema sekolah gratis manis

Pernah dengar visi dan misi calon pemimpin yang salah satunya berisi “sekolah gratis”. Terus terang saya sangat setuju dengan hal itu. Walaupun banyak yang menolak dengan alasan bahwa membangun sekolah harus lewat mana? perekonomian sekolah bakal terancam?

Segala sesuatunya itu ada sisi postif dan negatifnya. Bisa jadi bila sekolah gratis, pemerintah akan memberikan kucuran dana yang lebih besar untuk membatu perekonomian sekolah walaupun “you know lah”.

Tapi ada sesuatu yang membuat saya pribadi merasa gimana gitu. Kita lihat dari sisi muridnya sendiri, semua guru pasti berharap muridnya mendapatkan yang terbaik. Sekarang sekolah masih bayar tapi murid ketika diajar ada yang ramai, ada yang OOT, ada yang ada ada aja. Seakan-akan mereka tidak merasa orang tua yang jerih payah menyekolahkan anaknya hanya untuk formalitas, dalam artian “cangkruk ndek sekolahan ben ketok lek sekolah” (red: nongkrong di sekolahan biar kelihatan kalau sekolah).

Lah… kalau sekolah gratis? mereka bisa jadi seperti apalagi?

Postingan ini sekedar meluangkan waktu lima menit lagi sebelum mengajar ;)

Pak Guru wannabe

Di suatu pagi hari yang cerah. Kebetulan juga kota Malang di bulan Juli sampai Agutus menujukan hawa dingin seperti ketika di tahun 80′an, tapi yang berbeda ialah tidak ada kabut yang menyelimuti.

Sekolah saat itu berjalan seperti biasanya, kesibukan yang saya lakukanpun sama seperti hari-hari biasanya. Namun hal yang berbeda, beberapa orang menyapa saya dengan sapaan “Pagi, Pak Guru”. Loh kapan ditunjuk jadi gurunya?

Karena penasaran sayapun iseng ikutan rapat dinas untuk koordinasi. Beberapa saat kemudian ada Ibu Guru yang menunjukan saya kumpulan SK (Surat Keterangan) *kaget*. Ternyata saya diberi jatah mengajar seluruh kelas X dan kelas XI khusus SBI. Total jam mengajar sebanyak 22jam *tepok jidat*.

Rumornya guru baru tidak pernah mendapat jam sebanyak itu. Tapi mau bagaimana lagi, demi anak bangsa *macak jadi oemar bachrie*

*eng ing eng* besok pagi sudah mulai mengajar.



↑ Top