Dilema sekolah gratis manis
Pernah dengar visi dan misi calon pemimpin yang salah satunya berisi “sekolah gratis”. Terus terang saya sangat setuju dengan hal itu. Walaupun banyak yang menolak dengan alasan bahwa membangun sekolah harus lewat mana? perekonomian sekolah bakal terancam?
Segala sesuatunya itu ada sisi postif dan negatifnya. Bisa jadi bila sekolah gratis, pemerintah akan memberikan kucuran dana yang lebih besar untuk membatu perekonomian sekolah walaupun “you know lah”.
Tapi ada sesuatu yang membuat saya pribadi merasa gimana gitu. Kita lihat dari sisi muridnya sendiri, semua guru pasti berharap muridnya mendapatkan yang terbaik. Sekarang sekolah masih bayar tapi murid ketika diajar ada yang ramai, ada yang OOT, ada yang ada ada aja. Seakan-akan mereka tidak merasa orang tua yang jerih payah menyekolahkan anaknya hanya untuk formalitas, dalam artian “cangkruk ndek sekolahan ben ketok lek sekolah” (red: nongkrong di sekolahan biar kelihatan kalau sekolah).
Lah… kalau sekolah gratis? mereka bisa jadi seperti apalagi?
Postingan ini sekedar meluangkan waktu lima menit lagi sebelum mengajar ![]()
