Isdah Ahmad

captured in fast script motion


Supermoon di Kota Malang

Supermoon di Kota Malang

Supermoon di Kota Malang

SuperMoon atau disebut Lunar Perigee adalah fenomena dimana Bulan berada dengan jarak terdekatnya dengan Bumi, dan kebetulan juga bertepatan dengan kondisi Bulan Purnama sehingga ukuran Bulan terlihat lebih besar dan sedikit lebih terang. Info dari Wikipedia menunjukkan bahwa ukuran SuperMoon lebih besar kurang lebih 12% dari ukuran Bulan biasanya.

Sehabis isya’ baru keluar dari musholah lapangan basket sekolah terlihat ramai oleh murid astronomi dari kelas olimpiade. Mereka berkumpul bersama pembina mereka untuk menyasikan SuperMoon secara langsung. Tapi sayang saat itu tidak ada yang membawa kamera untuk mengabadikan SuperMoon. Di saat seperti ini BB Gemini-ku beralih fungsi menjadi kamera, tidak rugi punya kamera berhape.

Ternyata susah juga jepret langsung lewat view finder dari teleskop, setiap habis jepret harus atur posisi kembali menghadap bulan. Dari beberapa jepretan yang cukup bisa dinikmati hanya satu foto ini saja itupun tidak nampak utuh seluruhnya, repotnya mengatur posisi dengan kecepatan perpindahan bulan. Dan mengintip SuperMoon dari view finder cukup menyakitkan mata karena terlalu terang. Sepertinya Bulan lebih indah dinikmati melalui teleskop bila ukurannya separuh atau waktu Bulan Sabit. Eh tapi kalau sama pacar ya beda yak..

 

Malang Sekarang 2010

Malang Sekarang adalah sebuah workshop yang diadakan oleh MAMIPO (Malang Meeting Point). Workshop ini menekankan pada kemampuan menyampaikan gagasan lewat photo story, sebagai media untuk menangkap fenomena kontemporer, gejolak sosial dan perubahan khusunya yang terjadi di kota Malang dan sekitarnya.

Workshop ini berlangsung selama 6 bulan dan dimentori oleh Bang Edy Purnomo. Karena metode yang dipakai adalah Activity Based Learning maka setiap pertemuan pasti ada assignment yang harus diselesaikan.

Informasi mengenai Malang Sekarang aku ketahui setelah pameran anggota Malang Sekarang 2009 dengan tema i:fashion di Malang Town Square (MATOS) Minggu 25 Oktober 2009. Setelah berkunjung dan melihat pameran tersebut tidak lupa aku membeli katalog i:fashion.

Seharian aku membaca katalog itu, kata pengantar katalog i:fashion dibawakan oleh Oscar Matuloh (kurator Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta yang bertindak sebagai kurator pameran “i:fashion”), kalimat demi kalimat yang dibawakan oleh Oscar Matuloh membuatku semakin penasaran tetang apa itu photo story.

Rasa penasaranku semakin timbul ketika berdiskusi dengan dua maestro jalanan Ben dan Boljug tentang bagaimana membaca foto. Boljug salah satu peserta Malang Sekarang 2009 bercerita banyak hal mengenai workshop tersebut mulai bagaimana tugas yang diberikan sampai bagaimana editing sebuah foto. Editing di sini maksudnya memilih foto yang tepat untuk dimasukkan dalam satu rangkaian cerita, bukan editing menggunakan software. Saat itu akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti Workshop Malang Sekarang 2010 dan ingin belajar untuk bercerita serta mengasah kepekaanku terhadap sekitar.

Enam bulan sudah berlalu dan tugas akhir Malang Sekarang 2010 sudah melalui tahap kurasi. Insya Alloh dalam waktu dekat kami akan pameran untuk menunjukan ke publik apa saja yang ada di kota Malang dan sekitarnya. Suka duka dalam pengerjaan tugas akan aku ceritakan juga di posting yang lain.

Angin Kencang + Sedikit Cahaya + Gerimis = Pelangi

Angin Kencang + Sedikit Cahaya + Gerimis = Pelangi

Angin Kencang + Sedikit Cahaya + Gerimis = Pelangi

Sewaktu pulang kantor angin lagi berhembus kencang. Reflek ketika mendekati pasar besar langsung mengeluarkan kamera berhape dan cekrek, jadilah foto pelangi tepat di tengah. Harap maklum karena kamera berhape hanya ada mode auto, jadi dapat exposure seadanya yang penting pelanginya kelihatan. :D

 

Antah berantah

Semua pasti tahu arti kata “antah berantah”, banyak yang mengatakan bahwa kata “antah berantah” adalah dunia fantasi waktu kita masih sering mengkhayal menjadi seseorang. Seseorang yang lebih baik, seseorang yang lebih berguna bagi yang lain.

Ketika kita mulai beranjak dewasa dunia antah berantah itu menjadi semakin bias hingga kita lupa dengan gambaran dunia itu. Pembiasan itu imbas dari kesibukan kita mengurusi hal-hal untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Bekerja dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar membuat kita lupa dengan keinginan kita, fantasi kita bahkan dunia antah berantah.

10 Januari 2010, Menjelang Maghrib ^^

10 Januari 2010 - Green Lime

Dengan berjalan dan meluangkan waktu sendiri membangun kembali dunia antah berantah itu. Dunia yang akan menjadi bias atau bisa dikatakan abstrak bisa menjadi kongkrit dan solid di ingatan kita. Namun itu semua perlu dijaga agar tetap solid dalam memori kita. Aku menggunakan penanda hasil belajar dari seorang teman untuk menjaga ingatan dunia antah berantah dan deretan frame agar membuatnya abadi.

10 Januari 2010, Menjelang Maghrib ^^

10 Januari 2010 - Red

10 Januari 2010, Menjelang Maghrib ^^

10 Januari 2010 - Red

10 Januari 2010, Menjelang Maghrib ^^

10 Januari 2010 - Green

10 Januari 2010, Menjelang Maghrib ^^

10 Januari 2010 - Purple

Lima frame cukup untuk mengingatkanku pada tempat itu. Aku masih berharap dapat kembali ke sana dengan cerita berbeda dan menjadi seseorang yang berbeda. Semoga Tuhan mengabulkan permintaanku, dan permintaanku menjadi yang terbaik bagi semua.

*aamiin*

Oktober di Kota Malang

Mendekati bulan penerimaan (maha)siswa baru pasti disambut dengan dinginnya kota Malang. Bagi yang tinggal di daerah yang dingin bukan menjadi masalah. Rata-rata suhu di kota Malang antara 21 derajat celcius sampai suhu terpanasnya 32 derajat celcius. Ditambah efek global warming suhu tertingginya bisa mencapai 37 derajat celcius, kalau waktu siang panasnya bukan main.

Masjid Agung Jami' Malang

Masjid Agung Jami' Malang

Di bulan Oktober ini sampai Agustus angin dingin dari Australia menuju daerah di Jawa Timur salah satunya kota Malang *cmiiw*. Sehingga menyebabkan suhu udara di kota Malang mencapai 16 – 28 derajat celcius dengan kelembaban 47-94%.

Dulu waktu aku masih kecil hampir setiap pagi pasti melihat kotaku berkabut. Aku masih ingat di sudut alun-alun kota Malang setiap pagi berangkat sekolah melihat orang berolah-raga dengan ekspresi menahan udara dingin, beberapa orang berjualan serabi dan bakpao di pagi yang dingin. Dan yang paling tercetak di otakku kabut ditambah dengan matahari pagi, yup sinar matahari yang melewati rimbunan pohon beringin membuat garis-garis sinar. waaaaw.. nostalgia banget. :grin:

Suatu hari di bulan Oktober waktu berangkat kerja kotaku berkabut, karena termasuk kejadian langka di era global warming langsung aku ambil kamera poket dan tekan shutter tanpa mikirin apapun. Jadinya hasilnya juga seadanya, cukup buat mengenang kota Malang tempo dulu. :cry:

Bank Mandiri, samping Masjid Agung Jami' Malang

Bank Mandiri, samping Masjid Agung Jami' Malang

Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan

Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan

Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan

Alun-alun Kota Malang, sebelah selatan

Ke arah Pasar Besar Malang

Ke arah Pasar Besar Malang



Back to top