Isdah Ahmad

captured in fast script motion


Si Boneka Beruang

Siapa yang tidak suka dengan boneka beruang? Dulu yang namanya boneka pasti identik dengan cewek, karena cewek selalu suka dengan boneka apalagi yang imut dan menggemaskan. Namun tidak semua boneka itu memiliki kesan tersebut, terkadang dia hanya memiliki kesan friendly sehingga cowokpun ingin memiliki juga. Di negara sebelah anak kecil baik cowok atau cewek pasti memiliki satu boneka yang selalu ditenteng kemana-mana, sampai terkadang kalau tidak ada si boneka tersebut dia pasti akan nangis bahkan sampai tidak bisa tidur.

Beruang memang hewan yang garang dan sangar, tapi kalau sudah masuk dalam tahap “menjadi boneka” mereka menjadi imut dan lucu *gmzzz*. Boneka beruang lebih populer disebut sebagai Teddy Bear, adapun cerita tentang Teddy Bear berasal dari Theodore Roosevelt mantan Presiden Amerika.

Aku ingin sedikit berbagi cerita dari sesi foto bersama beberapa temanku Mita, Nimas, Tiwi dan Amung. Sekalian melunasi utang ke Beib yang tiap ketemu pasti ditagih masalah foto ini *bear hug*.

Foto ini bercerita tentang perpisahan dengan boneka beruang kesayangan. Biasanya kalau kita ingin atau harus berpisah dengan orang atau sesuatu yang sangat kita sayangi rasanya begitu berat. Kita akan selalu mengingat pertama ketika kita berkenalan, setiap moment dan waktu saat itu kita benar-benar ingat. Sampai akhirnya kita terpaksa lari berpisah melawan semua yang ada *ambil tisu*.

Semua foto ini dijepret dengan kamera seadanya dan lampu seadanya (satu lampu), maklum fotografer wannabe plus kere. Monggo dinikmati, kalau tidak suka monggo dihajar. C&C selalu ditunggu…

Beib utangku yang ini lunas loh, ntar utang yang lain dicicil… hihihi… *bear hug*

JFC’09 – Hari Kedua – Warna Warni

Waaah telad banged *pake ‘d’ biar manteb* mau berbagi cerita dari pengalaman mengikuti JFC’09, di postingan sebelumnya aku sudah sedikit cerita melalui foto seperti apa transportasi kelas ekonomi di Indonesia. Sebetulnya pengen banget cerita banyak di hari pertama ketika kami semua tinggal di tempat Besthy di daerah Kali Sangit perbatasan antara Jember dengan Alas Kumitir a.k.a Hutan Kumitir. Uhm… ya wis ta ceritain sedikit seperti apa di sana yang jelas udaranya sejuk banget, dan kalau malam bintang yang ada di sana seperti glitterin yang dilempar ke langit kalo gag bisa bayangin ya udah nonton pilem romantis holiwut pasti ada adegan seperti itu. Rasa sejuk berubah menjadi dingin dan akhirnya membatalkan niat kita untuk mengambil star trailing, sayang banget lensa yang kami bawa hanya 50mm :( .

Paginya kami main dulu di sungai sekitar dengan kondisi air dingin dan bening. Orang kota dibawa ke pegunungan ya hasilnya lari-lari geje di sawah. Sampai pukul sepuluh siang kami langsung bersiap untuk turun ke kota, paking semua kamera dengan kondisi batre full charge. Setelah siap semua kita langsung meluncur ke kota, sampai akhirnya kendaraan tiba-tiba ngambek di perbatasan kota *tepok jidat*. Dengan sedikit bersabar dan berjalan di tengah siang bolong akhirnya ada angkutan yang bersedia mengangkut kami semua. Terlambat? Yow mes lah…

Ini adalah JFC pertama yang aku ikuti, dan ini merupakan JFC yang kedelapan. Kata beberapa temen JFC yang tahun ini sepi sekali dibandingkan tahun sebelumnya. Berhubung ini adalah pengalaman yang pertama ya sudah menurutku asik aja :D monggo dinikmati galeri warna warninya.

Oh iya ada yang menarik di sini dengan istilah “My Camera is My ID”. Berhubung kami tidak punya ID Card akhirnya kami secara ilegal semua nekat manjat pager, Eh jangan salah ya walopun aku komes tapi masih bisa naek koq :P sampai di lokasi karena kami memakai kamera SLR ya pak pulisi cuek aja, tapi sayangnya yang membawa kamera poket malah diusir *ngakak*.

Sore harinya terpaksa harus berpisah dengan semua, karena esok harinya aku masih ada tanggungan ngajar. Dan beruntung banget karena ada Boris yang menawarkan tempat duduk untuk kembali ke kota Malang *joged*

Udah aah… nanti disambung dengan perjalanan lainnya… ciaaoow…

Hacking EOS 400D

Awalnya oom Andriansahj posting ke milis id-photographer dengan subject “Ada yang sudah hack firmware 400D nya?”. Postingan tersebut disertai link ke Forum photography on the net (Firmware hack Rebel XTi /400D enables ISO 3200, Spot metering!). Karena penasaran akhirnya saya dan handa mencoba eksperimen meng-hack kamera saya EOS 400D.

Dan hasilnya sukses, berikut perubahan yang terjadi:

  • ISO: 100 (16 / 32 / 40 / 50 / 80 / 100), 200 (200 / 250 / 320), 400 (400 / 500 / 640), 800 (800 / 1000 / 1250), 1600 (1600 / 2000 / 2500 / 3200). Maksud dari angka yang berada dalam kurung tersebut adalah kita dapat mengubah nilai ISO-nya, tapi ISO utama harus dipilih terlebih dahulu. Salah satu contohnya setelah kita memilih ISO 100 kemudian kita menekan tombol print maka kita dapat mengubah ISO menjadi 16, 32, 40, 50, 80 sampai 100. Begitu pula pada ISO atasnya.
  • Mettering: Bertambah satu yaitu Spot Mettering.

EOS 400D: ISO 16 - 3200, Spot Metering dijuwal murah!!! gag perlu 50D klo pengen moooiii...

Review awal kami:

  • Malem hari ISO16 ke ISO100 perbedaannya tipis sekali tidak sampai satu stop, tapi lumayan.
  • Spot Mettering juga naik sedikit dibandingkan dengan Partial Mettering.
  • Dengan cahaya minim (dalam kamar), ISO1600 ke ISO3200 bisa naik sampai satu stop.

Permasalahan yang terjadi:

  • Ketika CF (Compact Flash) diformat melalui kamera atau CF diganti dengan yang lain maka fungsi hack tadi hilang. Hal ini terjadi karena fungsi bootable yang dibuat oleh CardTrick dan file autoexec.bin hilang. Untuk mengatasi hal tersebut sebelum berangkat memfoto siapkan CF yang sudah bootable dan berisi autoexec.bin lebih dari satu.

Besok kami coba tambahkan review di kondisi cahaya siang hari :D dan jangan lupa kerusakan ditanggung ybs loh, selama mengikuti prosedur kelihatannya aman-aman saja.

JFC’09 – Hari Pertama – Budhaaal

Yup, ini postingan basi bangeeed *pake d biar manteb*. Ya wez… ini secuil kisah *halah* perjalanan kami menuju JFC – Jember Fashion Carnaval. Event tahunan yang diselenggarakan di kota Jember, kalau pengen tau lebih banyak ada situsnya koq di www.jemberfashioncarnaval.com.

Ini ceritanya langsung aja di hari pertama yang aku kasih judul “Budhaaal” yang artinya berangkat. Dalam perjalanan ini tentu saja aku gag sendirian, ada temennya yaitu Handa, Galuh, Popi, Besthy, Baxco, dan aku sendiri. Semuanya berangkat dari kontrakan Popi, dan aku sendiri yang berangkat dari sekolah.

Kita semua berangkat naek Kereta Api kelas ekonomi Mata Remaja Tawang Alun maklum fotografer kere. Kereta berangkat jam 14.00WIB, dan ooh… aku terlambat!!! Pulang ngajar jam 13.00WIB tapi masih ada kesibukan kanan kiri dan jadinya sampai di stasiun tepat kereta sudah mulai jalan. Jadi sedikit lari-lari kecil seperti di film holiwut mengejar kereta. *halah*

Ini sepenggal foto untuk berbagi cerita ketika kami ada di kereta. Kalau duduk saja bikin bokong panas, ya jadi hunting kecil-kecil lah… Sekedar berbagi seperti apa transportasi kelas ekonomi yang ada di Indonesia. :D Selamat menikmati.

Penumpang sebelah yang sibuk SMS ^^;

Masih penumpang sebelah

Wanita tua di persimpangan gerbang

Kalau tidak salah itu gerbang yang sudah dibooking santri dari pondok di Pasuruan

Orang Tua

Penumpang

Backpacker

Anak ini penasaran dengan tingkahku yang konyol

Penumpang yang sedang santai di ujung gerbang

Penasaran dengan permainan kubik seharga Rp.500,- Rp.5000,-

Malu karena tambah berantakan

Kereta kelas ekonomi selalu dibersihkan oleh pedagang asongan. Tanpa mereka gerbang tersebut menjadi kumuh penuh sampah

Siluet, khusus yang ini berwarna :D

Penumpang, aku suka sekali sama foto ini :D

Awan Iridescence di atas kota Malang

Pulang dari jeprat-jepret di Kebun Raya Purwodadi sampai di daerah blimbing iseng lihat ke atas awan. Tampak di sana awan berwarna keemasan, tapi beberapa saat kemudian dia berubah warna pelangi *takjub*. Kebetulan bawa kamera ya langsung deh jepret. Dan baru tau juga kalo ini namanya Iridescence Cloud, dikasih tau didik.

IMG_0886

Kalau ingin tahu lengkapnya bisa baca disini:



Back to top