Nonton GASKS 2010
Minggu ini sibuk banget kebetulan menjelang awal tahun ajaran baru, agenda kantor tumplek jadi satu di bulan Juni ini. Ada penerimaan siswa baru yang dibarengi dengan kenaikan kelas sekaligus penjurusan *kombo*. Memang ini acara tahunan, dan tiap tahun sibuknya juga sama hanya saja atmosfirnya yang membedakan dalam artian konfliknya beda. ![]()
Perlu sedikit hiburan di antara mengurusi deretan angka nilai hasil kerja keras siswa dalam satu semester. Kebetulan juga ada acara tahunan GASKS (Gelar Apresiasi Seni Krida SMALA) yang diselenggarakan oleh eskul teater sekolah yang berjudul “TMO”. Sampai saat ini aku sendiri masih tidak tahu arti dari “TMO” itu. ![]()
Tiket masuknya sangat murah sekali hanya Rp3.000,- dan mendapatkan snack berupa donat. Awalnya aku kira hanya aku sendiri yang nonton di antara guru lainnya, eh ternyata ketemu sama guru yang lain ditambah ketemu siswa yang baru lulus kemarin. *jingkrak”*
Acaranya agak telat setengah jam karena ada sedikit perbaikan minor. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pintu masuk dibuka. Aku langsung cari spot yang enak buat nonton tapi sayang aku tidak membawa kamera. Memang saat itu ingin kosentrasi menonton saja tanpa bingung curi gambar. ![]()
Dan acarapun dimulai, “TMO” ini mengadaptasi dari cerita Ande Ande Lumut yang sudah dimodifikasi dengan versi yang lebih modern tanpa meninggalkan pesan moral dari cerita Ande Ande Lumut. Oh iya, “TMO” ini tidak hanya teater saja, tapi dimodifikasi dengan tari dan karawitan.
Aku sendiri sudah tahu cerita tentang Ande Ande Lumut dulu waktu dibelikan oleh Ibu kaset “Sanggar Cerita” kalau tidak salah dibuat oleh Sanggar Prativi. TMO ini karya Pak Azis S., yang disutradarai oleh Ardie yang baru lulus kemarin.
Dari awal teater dimulai aku tidak habis ngakak sampai keringetan. Mulai make-up sampai sekecil apapun yang dibawakan oleh mereka pasti mengundang ketawa. Mereka dengan jenius memadukan guyonan ringan ala anak SMA dengan guyonan umum. Aku terus terang terhibur sampai lupa kerjaan, tapi tidak lupa sama pacar loh. *eh* ![]()
Ada satu hal yang sangat aku sayangkan, yaitu penonton rese’ yang berisik tidak jelas. Sangking berisiknya sampai dialog antar pemain tidak kedengaran. Saat itu dalam hati cuman bisa berkata #$%^&* hehe..
Akhir dari cerita berharap ada sarasehan ada beberapa pertanyaan yang sebetulnya membuat aku penasaran. Mungkin waktu yang semakin malam membuat acara tersebut berhenti sampai di sana. Aku hanya bisa kasih tepuk buat penggagas ide cerita, para pemain dan panitia. Tahun depan pasti akan lebih menarik dari tahun ini, jadi penasaran tahun kedepan akan seperti apa ceritanya.
